Sunday, October 28, 2012

Dear Jin


Kadang saya berkhayal, saya bertemu dengan seorang, eh sebuah, eh pokoknya jin. Ya jin, dan dia memberi saya tiga permintaan untuk dikabulkan.

Kira- kira saya bakal minta apa ya ?

Mungkin saya akan minta, saya ingin lebih kaya, saya ingin lebih cantik....

Ah, tapi kalau saya lebih kaya dan lebih cantik dari sekarang, mungkin saya tidak sebahagia ini :D

Jadi, dear jin. Kita gak usah ketemu dalam waktu dekat yaa. Sekarang saya mau bersyukur dulu, hehe

Monday, October 22, 2012

Semoga Belum Kiamat


2011 : hidup adalah pilihan, pilihlah yang terbaik
2012 : hidup adalah pilihan, memilihlah untuk bahagia

Duaribuduabelas tinggal beberapa bulan lagi. Saya patut waspada karena dulu percaya kalau kiamat datang pada 21 Desember 2012, sedangkan saya masih jomblo, gkgkgk. Tapi kita harus optimis, buktinya anak FE masih jualan agenda 2013 (?)

Tahun ini memang penuh warna : kuning, merah, hijau, hitam, coklat, abu- abu, shocking pink dan tentunya biru muda.

Tahun ini diawali dengan penolakan besar. Lebay ? mungkin. Tapi begitulah bagi saya. saya jadi belajar banyak dari hal ini, bahwa saya tidak akan selalu mendapatkan yang saya inginkan. Dan membuat mata saya lebih terbuka. Saya punya kata bijak baru : “segelap apapun, pastikan matamu tetap terbuka.” Dan biarkan inderamu yang lain tetap ‘awas’ bahkan lebih ‘awas’.

Tentu kemudian saya menjadi tidak sebegitu naif seperti dulu, haha. Dan saya menjadi begitu mencurigai banyak hal, ya begitulah. 

Saya banyak mengalami hal baru. Meskipun itu sesimpel nonton Endah n Rhesa di Pacific Place, jadi fasilitator di We Care, atau semakin kecanduan postcrossing, haha. Benar kata mereka, bahagia itu sederhana. Kebahagiaan memang intangible and even unmeasurable, tapi toh kita selalu tahu (atau biasanya tahu, atau seharusnya tahu) apa yang membuat kita bahagia dan apa yang tidak.
Saya bertemu banyaaak orang- orang keren dan pintar dan ganteng/ cantik (in their own ‘way’) dan inspiring dan lainlain. Saya jadi lega jikalau dunia ini memang tidak-segera-akan kiamat, mereka mungkin bisa jadi penyelamat bagi saya dan orang- orang lain yang lemah ini, hiks.

Belakangan ini memang saya agak ‘terpuruk’. Emm, gak gitu juga sih. Tapi sepertinya saya memang agak lebih butuh motivasi eksternal :3

Syahdan, kalaupun kiamat akan daatang 21 Desember nanti. Saya pernah menulis ini, dan semoga kamu membacanya. Saya pernah memili untuk bahagia, semoga anda juga :D

Minggu, 14 Oktober 2012
2:30 AM
Kukusan

Sunday, September 23, 2012

TENTANG MEMBAHAGIAKAN ORANG TUA


Kemarin saya menonton film berjudul Everybody’s Fine, hasil ngopy dari laptop si Pede. Ceritanya begini [spoiler alert !]. seorang ayah yang telah ditinggal mati istrinya- Frank Goode kini hidup sendiri di Elmira, New York. Pada suatu liburan, ia mengundang keempat anaknya yang telah dewasa dan sukses untuk pesta barbeque di rumahnya. Namun sayang, keempat anaknya tadi membatalkan janji pada menit- menit terakhir. Akhirnya Frank Goode pergi ke seluruh penjuru Amerika Serikat untuk memberi kejutan dengan mengunjungi keempat anaknya.
Yang pertama ia kunjungi ialah David, yang kini telah menjadi pelukis di NYC, namun Frank mendapati apartemennya sepi dan, yah mungkin David sudah pindah ke suatu tempat atau apalah. Kemudian Frank pergi ke Chicago untuk mengunjungi Amy, yang bekerja sebagai agen periklanan yang sukses. Amy tinggal bersama suami dan satu anak laki- lakinya di rumah modern- minimalis yang megah. Setelah mengunjungi Amy, Frank pergi ke Denver untuk mengunjungi Robert, yang Frank kira telah menjadi seorang conductor, pada saat melihat latihan Robert untuk suatu konser, ternyata ia ‘hanya’ penjadi pemain drum. Terakhir, Frank pergi ke Las Vegas untuk mengunjungi Rosie, putrinya yang kini menjadi penari di salah satu hotel di Vegas, Rosie juga terlihat sukses di apartemen yang mewah.
Manis bukan ? seorang ayah yang pada usia senja nya mendapati anak- anaknya sukses dan bahagia. Namun di akhir film, semua kebohongan terungkap, ternyata Amy dan suaminya telah lama berpisah. Robet yang memang berbohong karena sesungguhnya ia bukan seorang conductor. Rosie, ternyata apartemen mewah di Vegas itu bukan miliknya, ia bukan seorang penari melainkan ‘hanya’ pelayan restoran dan memiliki anak diluar nikah. Dan yang paling mengejutkan ialah ternyata David telah meninggal !.
Dari film ini saya belajar. Jika ditanya tentang tujuan hidup, sebagian besar orang- terutama di budaya timur kita ini- akan menjawab : “membahagiakan orang tua” yang kemudian dideskripsikan sebagai sekolah yang rajin dan dapat nilai bagus supaya bisa masuk universitas bagus supaya bisa bekerja dengan gaji yang bagus, kemudian menikah dengan orang yang tepat dan hidup bahagia selamanya.
Tentunya, orangtua selalu ingin yang terbaik bagi anaknya, dan anak selalu ingin menbahagiakan orangtuanya. Orangtua selalu ingin yang terbaik bagi anaknya, dan selalu ingin anak- anaknya mendapat kehidupan yang lebih baik dari dirinya. Mungkin karena hal ini, masing- masing dari mereka tidak punya cukup waktu untuk memikirkan dirinya sendiri.
Kebetulan, saya belum pernah menjadi orangtua dan tidak tahu bagaimana rasanya memiliki harapan yang sebegitunya pada anak- anak. Mungkin saja, karena saya tidak bisa berenang, saya akan memaksa anak saya kelak untuk les renang hingga ia bisa berenang dengan seribu satu macam gaya.
Mungkin karena rasa memiliki yang teramat sangat dari orangtua pada anaknya sehingga ia lupa bahwa mereka berdua dua mahluk berbeda yang seharusnya sama- sama merdeka.
Bahwa Frank Goode tidak mau David bercita- cita menjadi tukang cat tembok dan mengharapkan putranya menjadi seorang pelukis yang sukses.
Lalu, apa definisi sukses itu ? membahagiakan orang tua ? menjadikan anak lebih sukses dari diri kita sendiri ?
Entahlah

Monday, September 17, 2012

Tragedi Hari Itu

Jadi gini,

17 September 2012

dini hari, saya gak bisa tidur. akhirnya menemukan DVD Dark Shadows yang saya beli sabtu malam lalu (ketauan deh jones) trus yaudah nonton ajaaaa. sampe hampir pagi kan tuh, trus abis itu masih belum bisa tidur. didengarkanlah radio, trus galau, entah kenapa, kangen rumah, kangen bapak (jarang2 nih) trus nangis sampe bibir dan mata bengkak, ini serius, saya emang suka lebay kalo nangis. mungkin pengaruh siklus hormonal juga karena lagi dapet. eaah

akhirnya tidur juga, karena emang lagi gak solat, yaudah lanjut bobo ampe jam 8. bangun karena dibangunin mama. mandi sambil setengah sadar, galau mau pake baju yang mana. eh ketiduran, bangun2 cek hape, udah jam 10.16 !!!!! padahal ada kelas metpen jam 09.00 begoo begoo. itu pahal lu kuliah dibiayain rakyat woiiyyy !! hahahaha

yaudahlahyaaa, males dikosan. oia inget ada janji sama nijar, mau wawancara jam 1. yaudah akhirnya ke kampus sekalian sarapan (apa makan siang ?) di takor sama tile, mala, pede (iya itu bertiga nama orang, nama temen saya).

abis makan ke fasilkoom, ketemu nijar, wawancara, lalala lilili, rampung, ke perpus pusat, ke warnet apel. ngenet, sekian jam berlalu, ambil duit ahh, lumayan di perpusat ada atm 20ribuan, hoeeh. pas mau ngambil kartu atm.

.......


DOMPET GUEE MANA WOOOY

Lalu aku mencoba duduk tenang di sofa kulit di gedung crystal of knowledge itu, behh. ternyata emang setelah diobok obok dompetku gada di tas, lalu mencoba mengingat ingat...... pas di takor emang sempet ngeluarin dompet, dan tas gue sempet jatoh, kata tile pas tas gue jatoh dompet ada diatas meja. haduuuh. pas di fasilkom juga ga ngeluarin dompetsama sekali.

lalu aku menatap nanar dinding ber relief di perpusat yang indah itu, dompet anya hindmarch abal2 dengan gambar 3 anjing berjejer ituu.... aduuuh. dengan tabah aku mencoba menyusuri rute tadi tempat aku jalan, gak berbekas. pasraah. yaudahlah pulang aja :'(

motorku diparkir di fisip, oia inget kartu parkirnya ada di dompet juga, mampus gue. tapi karena udah capek, caapppeeek, halaah, yaudah coba menjelaskan ke mas mas parkir, eh dia malah manggil satpam dan saya diinterogasi macem2 sama satpamnya. si satpam nyuruh gue bawa saksi untuk memastikan bahwa gue emang mahasiswa situ, buat laporan katanya, yoloo, musti gue bawa ini jakun apah, haghag

akhirnya dengan rendah hati gue minta kharis kesitu, karena dartitadi dia emang yg paling responsif masalah kehilangan ini, apadeh. disela sela menunggu kharis, dan galau melihat mahasiswa fisip lalu lalang di parkiran, fufufu

tiba tiba nijar telpon!!! dompet eke ketemu di fasilkom !!! yaudah saya menjelaskan pada pak satpam. satpamnya nyuruh gue ngambil dulu di fasilkom, yaudah ketemuan sama kharis di fasilkom dan finally dompet onjoe gue kembali kembali ke tangan yang berhak. laaaah, dan akhirnya gue dan kharis makaan malem di takor (lagi) dan kharis membayar utangnya sama gue, hahahaha

sore itu gue pulang, dan mampir indomaret dulu, dengan tenang


"A friends in need is a friends indeed"

Friday, August 31, 2012

Surname

Saya sebel deh dengan sistem/ cara penamaan manusia di Indonesia, hahaha. Kenapa ? karena orang Indonesia, setiap bayi yang lahir yang lahir di Indonesia dinamai terserah seenak orangtuanya.
“yaiyalah anak- anak gue, ya terserah gue mau dikasih nama apa”
“trus, gue harus bilang wow ! gitu ?”
“ciyus ? miapah ?”
*abaikan*

Nama keluarga pertama kali digunakan di Cina pada jaman dinasti Han (semasa dengan Kristus). Di Inggris mulai abad ke- 14. Di Jepang awalanya hanya penguasa yang memakai nama keluarga, hingga 1875 Dekrit Kabinet mewajibkan rakyat jelata memakai nama belakang.[1]

Entah mengapa dan bagaimana cara ini tidak sampai di Indonesia. Memang ada beberapa suku di Indonesia yang menggunakan sistem penamaan dengan marga atau nama belakang, suku Batak misalnya. 

Padahal, menurut saya nama belakang adalah bagian yang cukup penting dari identitas seorang manusia. Dengan nama belakang atau nama keluarga, ia akan dapat menelusuri leluhurnya. Lucu juga kan, kalau lagi silaturahmi keluarga misalnya, ada ratusan orang dengan nama belakang yang sama.

Bagi seorang wanita, akan ada perubahan Identitas jika ia sudah menikah  (unyu banget kan, fufufu) misalnya Ms. Binar Lestari jadi Mrs. Binar *siapakekgitu* atau kalau di Perancis dari Mademoiselle menjadi Madame. Lucu lagi kalau kayak Jacquelinne Kennedy- Onassis yang menaruh nama suami- suami nya berderetan di belakan namanya, hahaha.

Ya sudahlah, saya tahu tulisan ini absurd. Tapi emang saya sebel, kenapa saya gak pake nama belakang ? hahh kenapaaa ??? aaaaa. Yang jelas saya juga belum ganti nama belakang, #eh #kode. Wakakak.

[1]Avise, John. (2007) The Genetic Gods. Jakarta : PT  Serambi Ilmu Semesta

Sunday, July 29, 2012

Something Wacky Your Ways Comes


Seperti biasa, setelah kembali ke kosan usai pulang kampung, hal yang saya tanyakan pada Mbak Iie (baca : Mbak penjaga kos) adalah “mbak, ada paket buat saya gak ?”. As I said here, saya paling seneng kalo nerima paket .
Kali ini, ada majalah langganan, satu kartu pos, dan..... Jeng jeng jeng, sebuah amplop dari Kanada. Bukan, bukaaan, bukan dari Justin Bieber kok, hahahaa. Adalah wackystuff, sebuah account di sendsomething.net yang saya temukan secara random, kemudian saya mengirimi nya kartu pos, daaan ternyata beliau dengan baik hatinya membalasnya mengirimi saya paket tadi :’)
Ini penampakannya
Ini isinyaa


The postcards

 Bunch of stickers *nomnomnom*
Amplop dari kakek wackystuff -ya kakek, karena beliau lahir tahun 1952, berisi 3 kartu pos –dua masih baru, dan sejumlah stiker.... huhu saya senang sekali. Seluruh kartu pos dan stiker itu beliau yang desain dan produksi sendiri. Menurut saya, semua unyu things dari beliau ini benar- benar tak ternilai *lebay* hahahaha.
Saya percaya,  dunia ini masih penuh dengan orang- orang baik. Buktinya, seseorang dari Kanada masih mau memuaskan saya akan barang gratisan yang unyu.
*maaf, potonya jelek
XoXo

Sunday, July 15, 2012

18 Wishes

udah hampir sebulan saya ulang tahun. yap, 27 Juni 2012 lalu, saya genap 18 tahun. daaan hari ini pengen nge post #18wish gituuu biar kayak anak muda #apasih. yaudahlayaaa, voila, c'est la my dream, hahaha

1.OKK UI 2012 lancar
2. PSAF/ Kamaba Psikologi UI 2012 lancar
*berasa maba*
3. IPK naik.... aminnn
4. Loose 10 kgs
5. Bikin paspor ! segera !
6. Send and receive 500 postcards :p
7. Buy mom (and whole family) something pretty :*
8. Segera ketemu tulang rusuk, nomnomnom
9. Devote to Allah :)
10. Read the last Sidney Sheldon novel :'(
11. Kepo seperlunya #apadeh
12. Beli rak buku, huhu
13. sering- sering naik sepeda & jalan kaki
14. Lebih banyak 'berbagi'
15. latihan jadi lacto- ovo vegetarian
16. read more (non- fiction)  books
17. Be nicest for my dearest
18. mewujudkan semuanyaaaaaa

Tuesday, July 10, 2012

Democracy = Voting ?

Bukan cuma Jakarta, tahun ini kota tempat tinggal saya, Cilacap juga mengadakan apa yang mereka sebut pesta demokrasi, pfft. Ya, pilkada. Ah saya sih males nulis panjang Lebar tentang begituan, haha. Tapi kemarin di textbook mata kuliah Individu, Kebudayaan, dan Masyarakat saya nemu potongan pembicaraan antara Bapak dan anaknya, begini :

"Son, in a dictatorship the people vote but they don't have a choice"
"Oh, I see... and in a democracy the people have a choice but they don't vote"

*Dikutip dari "Sociology, A Brief Introduction" by Richard T. Schaefer

Sunday, July 8, 2012

Sugar Town


Dulu pas nonton 500 Days of Summer, ada lagu yang nempel banget di telinga, eh kmaren pas nonton Mata Najwa yang edisi ini lagu Sugar Town -yang dulunya dinyanyikan oleh Nancy Sinatra, dijadiin opening song, tapi yang versi Zooey Deschanel nya.

And as Jakartan, I'll call Jakarta as shoo shoo shoo, shoo shoo Sugar Town :)

lyrics :

I got some troubles, but they won't last
I'm gonna lay right down here in the grass
And pretty soon all my troubles will pass
'Cause I'm in shoo-shoo-shoo, shoo-shoo-shoo
Shoo-shoo, shoo-shoo, shoo-shoo Sugar Town

I never had a dog that liked me some
Never had a friend or wanted one
So I just lay back and laugh at the sun
'Cause I'm in shoo-shoo-shoo, shoo-shoo-shoo
Shoo-shoo, shoo-shoo, shoo-shoo Sugar Town

Yesterday it rained in Tennessee
I heard it also rained in Tallahassee
But not a drop fell on little old me
'Cause I was in shoo-shoo-shoo, shoo-shoo-shoo
Shoo-shoo, shoo-shoo, shoo-shoo Sugar Town

If I had a million dollars or ten
I'd give to ya, world, and then
You'd go away and let me spend
My life in shoo-shoo-shoo, shoo-shoo-shoo
Shoo-shoo, shoo-shoo, shoo-shoo Sugar Town

DOA IBU



Hihihi, mungkin judul di atas kayak tulisan- tulisan yang ada di belakang truk pantura, atau tatto preman pasar. Tapi kali ini saya gak akan membahas itu, yaiyalah ngapain juga, hahaha.

Ceritanya, mama saya itu suka banget berdoa, tapi caranya menurut saya agak ‘lain’. Yes, she is muslim like I am, tapi beliau suka melakukan apa yang disebutnya ‘amalan’ misalnya membaca surat tertentu sekian kali untuk tujuan tertentu, atau puasa di hari tertentu untuk tujuan yang lain. Yang jelas sih tujuannya baik.

Terus karena penasaran saya iseng2 nanya
“mah, emang ngelakuin gitu ngepek (baca : memberi efek signifikan) ?”
Lalu dengan dramatis mamah menarik nafas panjang dan menjawab
“yaaa, emm, ya ini udah kejadian yaa, gapapa lah ya diomongin”
“kenapa maah kenapa ?”
*makin kepo dan penasaran*
“waktu dulu kamu snmptn, mama juga berdoa dengan cara ini, soalnya mama khawatir banget yang liat kamu belajar asal- asalan gak jelas, ya waktu itu sih dapet pilihan kedua juga gak masalah, tapi Alhamdulillah yaa (tidak dengan logat syahrini) kamu tembus UI nya”
*tercengang*
“wah, berarti aku ketrima bukan gara- gara aku dong yaa”
“hussss, ya gak gitu, doa kan Cuma buat memperlancar jalan, ndilalah nya”
Mulai sekarang saya menghargai deh, setiap cara orang berdoa, toh katanya bahasa Tuhan itu kan universal. Dan saya menyadari bahwa segala pencapaian yang saya terima sampai saat ini (uhukk) bukan semata hasil usaha saya, tapi juga berkat doa- doa orang yang menyayangi saya :*


Huhu, I Love You Mooma

Saturday, June 23, 2012

Goceng Sampe Russia


Belakangan ini saya sedang menekuni hobi baru yang mungkin agak sedikit fancy dan hipster, haha, Yap Postcrossing.
Pada dasarnya saya selalu senang saat menerima paket maupun surat apapun dari siapapun, rasanya seperti mendapat hadiah dan kejutan, sekalipun itu adalah paket dari barang yang saya beli di onlineshop, hehehe.
Kemudian saya membaca artikel di majalah Go Girl milik teman saya. Disitu dijelaskan ada seseorang bernama Nanien yang telah menekuni hobi postcrossing ini. Setelah saya baca artikel dan kepoin blog-nya,  saya paham bahwa Postcrossing ini intinya adalah bertukar kartu pos dengan orang- orang di seluruh dunia. Bagaimana memulainya ? ada dua website yang bisa memfasilitasi kita menjalankan Postcrossing ini. Adalah postcrossing.com dan sendsomething.net
Di Postcrossing.com anda dapat membuat akun dan kemudian meminta sebuah alamat untuk dikirimi kartu pos, setelah kartu pos anda sampai di tujuan, anda akan mendapat kiriman kartu pos dari orang yang random pula.

Sedangkan dalam sendsomething.net , anda bisa melakukannya dengan jauh lebih simpel. Di situ ribuan orang dari berbagai negara di dunia memajang alamatnya, anda dapat mencari sebuah alamt secara random maupun dengan kriteria tertentu, setelah anda mengiriminya kartu pos, anda dapat meminta ia untuk membalasnya. Atau jika anda beruntung, seseorang yang menemukan alamat anda di situs ini akan mengirimi anda kartu pos surprisingly J
beberapa kartu pos yang pernah saya kirim



Sebenarnya dalam postcrossing anda tidak melulu harus mengirim atau akan menerima kartu pos. surat atau bahkan paket berisi hadiah atau apapun diperbolehkan. Namun mengirim kartu pos tentunya akan membutukan biaya yang sangat murah (ini alasan dibalik judul tulisan ini, hehe). Selama ini saya membeli kartu pos di Times Bookstore Perpustakaan Pusat UI, harganya 3500 sebuah, beli 2 gratis 1, waw menyenangkan kan ? Tapi ironisnya kartu pos yang berisikan potret indah dari gambaran negeri Indonesia ini dicetak di Singapura ! untuk biaya prangko, saya biasa menempel prangko 5000 untuk negara tujuan US, Eropa, dan Asia dan 7500 untuk negara yang jarang saya dengar namanya, hehehe
Mungkin kebanyakan orang akan bertanya- tanya, di era gadget yang serba canggih seperti sekarang kantor pos dan perangko bukan lagi hal yang harus dipedulikan. Nah, justru itu ! ada kesenangan tersendiri bagi saya ketika mengirim dan menunggu datangnya kartu pos- kartu pos unyu ini, hehehe. Ketika saya lelah dengan dunia yang serba instan, mungkin saya membutuhkan jeda untuk menunggu, duh apadeh. Seperti kutipan dari seseorang di website postcrossing.com ini :

“For me, it's like Christmas everyday. You never know which person or country is the next you will get to know.”-Curcubeu, Germany-