Minggu, 20 November 2016

Menjadi Orang Baik

Kenapa sih Bin, milih kerja di NGO mulu?

Sebuah pertanyaan, saya ajukan kepada diri sendiri. Kemudian saya menuju suatu jawaban. Mungkin, karena saya kepingin jadi orang baik, jadi bermanfaat bagi orang lain.

Ah Bin naif banget sih. Jadi orang baik kan banyak cara. Jadi anak yang baik misalnya. Orangtua mu toh gak butuh kamu menyelamatkan dunia. Berhenti minta duit, hidup mapan dan punya pekerjaan yang bisa dipamerkan saat arisan keluarga, tentu, mungkin lebih membanggakan.

Lebih berpahala

Lalu kemudian arus informasi dewasa ini terlalu kejam. Setiap hari ada saja masalah yang kita ketahui.
Kemiskinan
Kerusakan lingkungan
Diskriminasi
Kekerasan berbasis gender
Genosida
Pelanggaran HAM

you.name.it

Saya bukan pahlawan, saya orang biasa yang kepingin makan enak, beli lipstik matte dan hijab lucu, dan kemewahan lain yang tentunya butuh duit.

Nah, apakah nyari duit dan jadi bermanfaat harus dipertentangkan?

Hmm... harusnya sih enggak ya

Dan apakah bekerja di enjio (NGO) otomatis membuat kamu jadi orang baik dan satu satunya cara menjadi orang baik adalah kerja di enjio? Bhihihihik. Ya enggaklah. Bahkan nanti ada komplikasinya tersendiri yang kalau dijelaskan bakalan bikin saya pusing sendiri.

Jadi tujuan post ini apa Bro?

Seperti biasa, media curhat ketika 'kesedihan' melanda di tengah malam

**mohon maaf atas segala ketidakjelasan yang ada**

Karangtalun, 3.02 AM

Kamis, 29 September 2016

Mbak Nara, Sebenarnya Ada Apa di Papua?

Waktu itu kalau tidak salah saya duduk di kelas 3 SD. Ketika Mbah Sunu, kakek saya membelikan sebuah buku Atlas. Saya pun sangat senang, dan kemudian membacanya bersama Mas Bandu. Saya kagum melihat warna-warni bendera negara-negara di dunia dalam buku tersebut. Saya tanya ke Mas Bandu

"mas, sekarang ini masih ada negara yang dijajah negara lain gak?"

"hmmm, ya enggaklah kan sudah ada PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa)"

Saya mengangguk mafhum.

***

Pagi tadi nampaknya ada seorang perempuan yang cukup menggegerkan media tanah air, karena ia dengan beraninya memberikan pernyataan di forum PBB, menjawab pernyataan Presiden Kepulauan Solomon dan 5 kepala negara Pasifik lain tentang Papua. Adalah Nara Rakhmatia, yang headline beberapa media massa katakan 'menampar' enam kepala negara pada KTT PBB ke 71 di New York, AS.

Afina membagikan berita tentang Mbak Nara (sok akrab) ini, "kenapa ya yang dikomentarin cantiknya?". Sebagai orang yang cukup cermat membaca berita. Seharusnya kita bertanya, ada apa sebenarnya di Papua sana? (ya, 'sana' karena Papua nampak begitu jauh walau kita masih saudara). Kenapa tiba-tiba enam negara yang namanya jarang kita dengar ini, yang lokasinya paling hanya berupa titik-titik pada peta dunia, tidak ada angin tidak ada hujan menyinggung masalah Papua. Benarkah ini benar-benar tiba-tiba?.

Tadi, ketika menonton cuplikan jawaban Mbak Nara di youtube, banyak komen yang mengomentari tentang: NKRI harga mati! I love Papua!, dan sebagainya. Benarkah kita mencintai Papua?. Kalau kita cinta sama orang, bukankah kita pengen tahu segalanya tentang dia?. Nah sekarang marilah kita kepoin si Papua tercinta. Kenapa, ternyata ada saudara-saudara kita di sana yang pengen merdeka? nih websitenya kalau mau tahu? www.wplo.org

Lalu, apakah saya mendukung Papua merdeka? mendukung para 'separatis' itu membuat Papua bukan lagi bagian dari Indonesia? tidak, tentu saja tidak. Indonesia indah karena keanekaragamannya. Namun Bhineka Tunggal Ika tidak akan dicapai dengan menutup-nutupi peristiwa-peristiwa yang ada, bukan pula dengan membunuh suara-suara yang ingin didengarkan. Karena yang saya tahu, Indonesia itu adalah dari Sabang sampai Merauke.

Terimakasih Mbak Nara, yang telah melakukan tugasnya sebagai perwakilan Indonesia di PBB dengan baik. Membuat kita kagum akan kecantikan dan keberaniannya. Dan membuat kita bertanya, "Sebenarnya Ada Apa di Papua?"

Minggu, 17 Juli 2016

Andai Propaganda Zakat Segencar Propaganda Nikah Muda

Hahah judulnya apa banget sih

Jadi pas bulan puasa kemarin saya liat video yang keren banget, ini videonya...



Gimana perasaan kamu setelah nonton video di atas? kalau saya sih sedih dan merinding. Zakat adalah salah satu rukun Islam, ibadah wajib yang gak bisa ditawar tawar lagi, tapi sayangnya kayaknya (apasih hah) kesadaran zakat ini kurang populer di kalangan masyarakat Indonesia. Iya gak sih? bahkan selama ini saya sempet taunya cuma ada zakat fitrah berupa beras dua setengah kilo ya kalo gak salah? yang ditunaikan menjelang Idul Fitri. Padahal Indonesia adalah negara dengan masyarakat muslim terbanyak di dunia, seperti disampaikan dalam video di atas potensi zakat di Indonesia mencapai 217 Triliyun rupiah vro!.

Ternyata ada juga yang namanya: (ini nyontek dari brosur Daarut Tauhid yang saya dapatkan di mall)

-Zakat maal
adalah zakat yang dikenakan pada individu yang memiliki harta dengan nisab (minimal kepemilikan) senilai 85 gram emas pada masa haul (masa kepemilikan) satu tahun.

jadi jika harga emas hari ini 600.000 rupiah per gram.
600.000 x 85 = 51.000.000

Jika Anda memiliki harta (emas, perak, uang simpanan, benda usaha) senilai 51.000.000 selama setahun maka wajib dikeluarkan 2,5% nya per tahun.

dan

-Zakat profesi
adalah zakat atas penghasilan yang diperoleh dari pengembangan potensi diri yang dimiliki seorang dengan cara sesuai syariat seperti upah atau gaji rutin pegawai, dokter, pengacara, arsitek, dan sebagainya.
dari berbagai pendapat dinyatakan bahwa landasan zakat profesi dianalogikan sebagai zakat pertanian yang ditunaikan ketika mendapat hasilnya. nisabnya ada yang bilang 524 kg ada juga yang bilang 562 kg makanan pokok besarnya juga 2,5%. Memang ada perdebatan soal zakat profesi ini, jadi yha, silakan ikuti keyakinan Anda masing- masing :). [video tentang zakat profesi]

Satu hal lagi tentang pengeluaran zakat ini ternyata pernah dibahas di beberapa artikel financial planning, salah duanya tulisan Mbak Alodita di sini dan ini. Selain itu juga di buku Habiskan Saja Gajimu! juga menyarankan pengeluaran sosial seperti zakat menjadi prioritas utama pengeluaran.

Hemat saya, zakat ini memang ibadah paling 'realistis' dan logis yang bisa dilakukan manusia. Dengan atau tanpa menyertakan unsur religius, berbagi adalah hal baik yang dapat dilakukan semua manusia.;)

disclaimer: 
- saya bukan ulama yang ilmu fiqihnya ngelotok, jadi maaf kalauyang saya sampaikan di atas salah atau keliru, ehehehek
- saya juga gak paham financial planning, jadi maaf kalo sotoy

Trus kenapa judulnya gitu sih? zakat wajib, nikah sunnah, hwhaahaha

Jadi, udah zakat belum?

Minggu, 22 Mei 2016

Kakak dan Bapak

Saya ingin menceritakan tentang dua orang yang saya temui minggu ini, mereka bukan keluarga saya, dan saya hanya menemui mereka dalam waktu singkat namun kehadiran mereka (mungkin) membuat hidup saya cukup berbeda.

Cerita Kakak:

Kakak berasal dari Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur. Tanah yang tandus dan gersang membuat Kakak harus pergi mengadu nasib ke tempat yang jauh. Umur 14, tanpa pengetahuan akan angka dan aksara Kakak pergi ke Medan. Di sana Kakak cukup beruntung merawat seorang jompo dan diperlakukan baik. Kemudian Kakak pulang kembali ke NTT, setelah itu ia pergi ke Malaysia, dengan iming-iming gaji yang menggiurkan. Kakak pun berangkat, masih dengan pengetahuan yang sangat minim. Naas, di sana Kakak dipekerjakan bak budak. Bekerja di pabrik makanan dari pagi hingga malam, diberi makan nasi tanpa lauk, gaji pun tak dibayar. Kakak dan seorang temannya kabur, Kakak sempat mengalami kecelakaan dengan bekas luka yang cukup parah di kaki kanannya. Beruntung akhirnya Kakak bertemu dengan seseorang yang baik hati, dari Malaysia ia kembali ke Jakarta- tempat kami akhirnya bertemu. Kakak susah sekali untuk belajar menulis, bahkan mengenal angka pun masih sangat susah, tapi Kakak sangat suka mewarnai. Selama dua minggu di Jakarta, tak kurang seratus gambar ia warnai dengan tekun. Sekarang Kakak sudah kembali ke rumahnya. Semoga hari-hari Kakak ke depan makin bahagia dan berwarna-warni cerah.

Cerita Bapak:
Kalian tahu Aksi Kamisan?, aku beberapa kali datang ke kesempatan tersebut. Kamis sore di depan istana negara, aku melihat sorang Bapak yang tidak biasanya ada di aksi tersebut. Namun menurut kawanku, Bapak itu sudah beberapa kali datang. Akhirnya kamipun menanyai Bapak. Aku sempat terkejut, menurut cerita Bapak, dia pernah ditembak oleh aparat, dioperasi kemudian salah satu organnya ada yang dibuang,- entah apa. Bapak kebingungan harus mengadu ke mana, hingga akhirnya mengetahui tentang Kamisan dari berita di koran. Alhamdulillah sore itu Bapak sudah ketemu dengan pengacara LBH Jakarta. Semoga Bapak segera mendapat keadilan.


*cerita di atas adalah nyata terjadi

Kamis, 12 Mei 2016

Go Big or Go Home?

Last week, I go home. I feel weird, a bit strange. My parents just did a major renovation that change many parts of it. I lost my dirty ugly green sofas, I lost corner between my bed and my desk, place where I used to write my diaries, crying to trashy love songs, and god only knows what else. But I can't complain. That house aged as old as my oldest brother and never have any refinement since then. It NEED to be fixed. And yes, I can not complain. I'm not feel that bad about that renovation. Now my home have nicer tile and wall, better roof that not leaked when it's rain, et cetera. And I'm not a little girl anymore. Don't be too sentimental. It's my parents' home, not mine. Maybe

Go big or go home. I often heard that words. Roughly translated into: be success, or yeah stay at your nest, do nothing.

Beside all that strange feelings towards my 'new' home. I just realized that I have certain distance with my neighboorhood. I went to high school uptown that quite far from my home, and then I go miles away to pursue my degree. I feel like a stranger in my own village. And too bad, I just realized that now.

I just graduated from my university. Now I'm on my 'liberty crisis' or yeah -unemployed- well I might said that I'm not totally legit to be called that. I am volunteering at an NGO as a researcher. My friends called it cool, my parents does not say so. There is a lot of better things, kid. Yeah. But I feel lost, not because I don't have map, but sadly, I pretty confused where is my direction.

So, go big or go home?

Maybe I should done this first:
Define what is 'big'?
And finding where is 'home'?

Wish me luck

Kamis, 14 April 2016

Binar's Picks: Holy Grail

Di dunia paralel, mungkin saya adalah seorang beauty blogger, wkwk. Tapi karena kita hidup di dunia ini dan mau tidak mau harus menerima kenyataan. Maka, inilah saya- entahapa blogger yang kali ini mau berbagi tentang dunia kecantikan. Cihuy
Sesungguhnya, kayaknya (apasih) blogging menjadi media yang cukup efektif untuk mereview apapun. Karena blog bersifat personal. Sering kan kita nanya ke temen atau keluarga "eh sabun muka apa sih yang bagus?" "eh gue mau ke Liberia, di sana ada objek wisata apa aja ya?". Nah, di era internet globalisasi maha dahsyat adidaya ini blog lah yang mempertemukan kita dalam masalah rivyuw rivyuw an ini. 
Kali ini saya mau memberi beberapa rekomendasi kosmetik yang menurut saya oke. Bahasa beautyblognya sih: holy grail, walau ini sama sekali gak ada hubungannya sama holy grail yang diceritakan Dan Brown yaa. Jadi, bermula dari berbagai pertanyaan handai taulan tentang lipstik, bb cream, anuan apaan yang bagus, saya coba rangkum di sini deh. Oke, tapa berpanjang kata marilah kita simak, holy grail versi Seus Binar

1.        Purbasari Matte Lipstick No. 90

Kalian para pecinta dunia perlipensetipan pasti sudah sangat paham lah ya popularitas lipen ini. Dan harus saya akui sih, lipstik ini emang the best... ever! Haha gak lebay kok. Pertama tau lipstik ini kalo gak salah dari blognya Mbak Racun kemudian saya nitip Mala beliin di Grobogan, Jawa Tengah (ya silakan diliat di atlas dimanakah letak Grobogan). Sejauh ini saya punya tiga shade lipstik ini (83,89 dan 90) dan favorit saya adalah 90, warnanya nude ke orange an dan cukup versatile buat dipake kemana- mana dibanding saudara- saudaranya. Oia lipstik Purbasari matte ini sekali oles cetar banget (bahasa beautyblogger nya: pigmented) jadi kalo warnanya kurang pas kayak rada mati gaya gitu (halah ngemeng apaan sih gue). Ngeselinnya adalah lipstik ini sangat susah dicari, saya baru nemu dua toko yang jual lipstik ini (di supermarket Fortuna Jalan M. Kahfi II, Jakarta Selatan dan salah satu toko kosmetik di ITC Depok lantai dasar). Harganya pun beragam dari 35.000 hingga 40.000 (harga manusiawi lipstik lokal). Jadi silakan berburu si Popular Purbs ini 

2.       Wardah Lipstick Palette

Percayalah bahwa lipstik itu bisa membuat Anda adiktif. Udah punya 10 warna dan merk pun pasti pengen lagi dan lagi. Nah, saya kemudian nyadar bahwa lipstik kemasan tube (atau bullet?) itu lama habisnya dan sering keburu kadaluarsa duluan, hiks. Padahal kita pengen kan eksperimen dengan berbagai warna. Nah lipstik model palette lah solusinya. Saya pertama beli Wardah lipstik Palette yang Chocoaholic kemudian nagih (kan! Anda sudah diperingatkan!) buat beli yang Perfect Red. Senengnya dalam satu palet ini warnanya beragam dari yang kalem sampe gonjreng jadi buat pemula cukup lah punya satu palet untuk berbagai macam suasana (bhihik *crossedfinger). Kekurangannya lipstik model palet kurang praktis untuk retouch karena harus pake kuas, gak kayak lipstik biasa yang tinggal sret bret cetar kembali!

3.        Maybelline Hypersharp Eyeliner

Pertama belajar pake eyeliner dulu saya beli eyeliner di tukang jualan mainan dengan merk yang tentunya gak jelas. Kemudian saya bertaubat untuk berhenti memakai produk (terutama kosmetik dan skincare) yang KW atau merk gak jelas. Tapi dari situlah saya paham bahwa eyeliner yang paling enak dipake adalah yang bentuknya spidol, apapun merknya. Hingga kemudian saya menemukan di Maybelline Hypersharp ini. Kemasannya ergonomis banget buat diaplikasikan ke kelopak mata dan formulanya cepat kering. Kuasnya juga kecil jadi gampang kalau mau buat winged eyeliner. No mess deh buat beginner, hehe. Tapi kata temen saya harganya sekarang makin mahal (dampak inflasi bok) dan saat ini saya belum beli produk ini lagi karena lagi ngabisin eyeliner merk lain.

4.        Pensil alis Viva
Sebenernya cukup mengalami konflik batin buat masukin ini pensil alis sejuta umat ke daftar ini. Kenapa? Karena warnanya sebenernya gak pas buat muka saya. Yang hitam terlalu gelap, yang coklat jatohnya malah merah. Maunya apa. Tapi pensil alis ini teksturnya cukup lunak jadi gampang dipake buat belajar (hah alis aja belajar?!!). Percayalah bahkan Anggie Rasly sampe bikin buku hanya untuk bahas alis. Jadi alis yang sempurna itu memang butuh proses. Jadi mengamini Harper’s Bazaar Indonesia, saya memasukkan pensil alis Viva ke daftar ini (ya opo)

5          Garnier BB Cream
Percayalah saya telah mencoba berbagai macam BB Cream dari seluruh dunia (lebay aja, paling Indo, US, Korea) baik dalam kemasan full maupun sampel dan Garnier lah yang saya sayangi. Enaknya BB Cream ini adalah teksturnya yang ringan, baunya wangi, dan kalau di warna kulit saya gak medok gitu loh. haha. Tapi kekurangannya ya bb cream ini pigmentasinya sangat sheer, karena memang ditujukan untuk pemakaian sehari- hari. Kalau mau make- up berat ya pake foundation ya nek.

6. Maybeline Volum Express Hypercurl Maskara

Kayaknya keunggulan brand Maybeline memang ada di produk-produk mata nya (perias mata maksudnya) karena menurut saya lipstiknya biasa aja. Tapi overall Mayelline ini memang salah satu merek drugstore yang recommended, murah dan mudah didapat. eyak. Maskaranya sendiri gimana? ya enak aja sih gitu (review macam apa ini). Kelebihan maskara ini sih ada di aplikatornya yang jarang-jarang sehingga bisa menyisir bulu mata kita dengan rapi. Pada dasarnya semua orang tuh kayaknya punya bulu mata yang cukup panjang, namun beberapa ada yg tipis kayak bulu mata saya jadi perlu ditebelin deh pake maskara ini. Bulu mata yang ON memang bisa meningkatkan kepercayaan diri dalam waktu singkat, tapi ya itu, suka males bersihinnya, hahaha.

Demikian plothuk plothuk pilihan saya buat kali ini, kalau belum ada yang dilist, misal bedak atau eye shadow, itu karena saya memang belum menemukan yang bagus banget. Hehe semoga saya segera menemukan jodoh produk- produk itu ya, biar bisa direview juga.

Kalau ditanya, kenapa sih saya make up-an, ya simply look good makes me feel good. Eya. Beneran deh, sesimpel itu

Xoxo

Minggu, 10 April 2016

Kata Mereka tentang Muhammad S.A.W

"Saya lebih dari yakin bahwa bukan pedanglah yang memberikan kebesaran Islam pada masanya. Tapi ia datang dari kesederhanaan, kebersahajaan, kehati-hatian Muhammad, serta pengabdian luar biasa kepada teman dan pengikutnya, tekadnya, keberaniannya, serta keyakinannya pada Tuhan dan tugasnya"
-Mahatma Gandhi

"Saya sudah mempelajari Muhammad, sesosok pribadi agung yang jauh dari kesan seorang anti-kristus, dia harus dipanggil 'sang penyelamat kemanusiaan'. Saya yakin apabila orang seperti Muhammad memegang kekuasaan tunggal di dunia modern ini, dia akan berhasil mengatasi segala permasalahan sedemikian sehingga membawa kedamaian dan kebahagiaan yang dibutuhkan dunia"
-Sir George Bernard Shaw

"Dia adalah perpaduan Caesar dan Paus. Tapi dia adalah sang Paus tanpa pretensinya dan seorang Caesar tanpa Legionnare nya, tanpa pengawal, tanpa istana, tanpa penghasilan tetap. Jika ada seorang manusia yang pantas untuk berkata bahwa dia lah wakil Tuhan penguasa dunia, Muhammadlah orangnya, karena ia memiliki kekuatan meski ia tidak memiliki instrumen atau penyokongnya"
-Bosworth Smith

"Kalau kebesaran tujuan, kecilnya alat yang dipakai dan besarnya hasil yang dicapai adalah kriteria kebesaran manusia. Maka siapa yang berani membandingkan Muhammad dengan orang besar siapa saja dalam sejarah modern"
-La Martine

"Ejekan terhadap Muhammad hanya akan mencoreng wajahmu sendiri. Mengapa kamu keberatan jika para sahabatnya menganggap dia Nabi? Mereka telah menyaksikan bagaimana ia menisik jubahnya, menyapu rumahnya dan memperbaiki sandalnya. Namakan apa saja sesuka Anda, namun demikian ketahuilah bahwa tidak ada kaisar dalam pakaian kebesarannya lebih ditaati dari lelaki yang menambal sendiri jubahnya ini"
-Thomas Carlyle

#Sebarkan pesan perdamaian ini

Sumber: Al- Qur'an Mukjizat Sejarah dan Ilmu Pengetahuan (Helmi Abdullah Umar Suweleh)

Minggu, 27 Maret 2016

Tentang Hak

"Eh kalo bayar taksi boleh minta kembalian gak sih?"

"Ya boleh lah, tapi biasanya emang kembaliannya buat tip"

"Gue kemaren argonya 37 ribu gue kasih 50an ga dikasih kembali"

"Ya lu minta lah"

"Males"

"Ya itu kan hak lu"

"Ya gak segitunya juga"

"Eh asal lu tau ya! Kalo perempuan di amerika gak memperjuangkan hak pilihnya! Kalo buruh gak memperjuangkan 8 jam kerja! Kita gak bakal gini sekarang!"


"Iye iye"

Sabtu, 19 Maret 2016

Ketika Aku Bosan

Aku lupa ada milyaran orang yang belum ku kenal
Jutaan buku yang belum ku baca
Ribuan bahasa yang belum ku pahami
Ratusan negara yang belum ku kunjungi

Dan satu Engkau, Yang Belum Selesai Aku Pahami

Selasa, 01 Maret 2016

Sosial Media dan Kemunduran Berinternet

Lima tahun yang lalu, saat saya duduk di bangku kelas 12 SMA dan bersiap untuk kuliah, fungsi internet yang paling bermanfaat bagi saya adalah google. Memang saat itu sudah ada facebook, namun sosial media belum sepopuler sekarang karena –mungkin ponsel pintar belum dapat diakses oleh semua orang. Kala itu, istilah populer di internet adalah blogwalking, rasanya penting bagi setiap insan untuk memiliki blog, baik itu blogspot, wordpress maupun tumblr. Mungkin juga itu alasan mengapa saya mulai menulis di laman ini, hehe- saya tidak ingat persis.

Tahun- tahun berlalu dan entah bagaimana... oh iya, mungkin saat instagram diakuisisi oleh Facebook sehingga dapat diakses pada semua ponsel android, mungkin juga karena itulah banyak toko daring yang memanfaatkan sosial media ini “cek ig kita sis”. Sebelumnya kita juga mengingat twitter yang sempat primadona di seluruh penjuru negeri. Ingat bagaimana berbagai pihak dari mulai selebriti, aktivis sosial, ilmuwan, ustadz hingga politisi mencuitkan berbagai idenya dalam sarana per 140 karakter ini.

Saya jadi ingat kalimat Max dari serial 2 Broke Girls yang bilang
twitter is stupid and instagram is twitter for people who cannot read”
Benarkah?

Tentu kini kita juga mengenal satu lagi platform yang demikian populer di kalangan anak muda, khususnya di Indonesia, yap Path –yang konon sebagian sahamnya dimiliki Bakrie Group, hehehe. Mengapa saya memaparkan ‘sejarah’ singkat sosial media ini? Hmm, sebenarnya ini berawal dari kegelisahan saya karena kita mulai sepi membicarakan ide.

Beberapa waktu lalu, karena saya kesepian ‘ditinggal’ lulus oleh teman- teman (loh kok jadi curhat). Salah satu cara untuk ‘catch up’ dengan mereka adalah dengan aktif kembali di Path, alias bisa ngepoin mereka, haha. Path dirancang agar kita dapat berbagi momen- momen kita dengan lingkaran terdekat. Dan ternyata, mayoritas isi Path adalah hal- hal pribadi seperti kita makan di mana, dengan siapa, dll. Oke mungkin saya terdengar sangat sinis tentang hal ini. Tapi kembali lagi, saya hanya merindukan diskusi ide di internet dan bukan ‘hanya’ lo ngapain aja hari ini. Hehe
Jadi yuk kita mulai kembali membagi ide- ide kita?

Ingat kalimat bijak dari Ibu Kita Eleanor Roosevelt



#note #to #my #self

*ditulis oleh pengangguran yang kesepian