Minggu, 23 September 2012

TENTANG MEMBAHAGIAKAN ORANG TUA


Kemarin saya menonton film berjudul Everybody’s Fine, hasil ngopy dari laptop si Pede. Ceritanya begini [spoiler alert !]. seorang ayah yang telah ditinggal mati istrinya- Frank Goode kini hidup sendiri di Elmira, New York. Pada suatu liburan, ia mengundang keempat anaknya yang telah dewasa dan sukses untuk pesta barbeque di rumahnya. Namun sayang, keempat anaknya tadi membatalkan janji pada menit- menit terakhir. Akhirnya Frank Goode pergi ke seluruh penjuru Amerika Serikat untuk memberi kejutan dengan mengunjungi keempat anaknya.
Yang pertama ia kunjungi ialah David, yang kini telah menjadi pelukis di NYC, namun Frank mendapati apartemennya sepi dan, yah mungkin David sudah pindah ke suatu tempat atau apalah. Kemudian Frank pergi ke Chicago untuk mengunjungi Amy, yang bekerja sebagai agen periklanan yang sukses. Amy tinggal bersama suami dan satu anak laki- lakinya di rumah modern- minimalis yang megah. Setelah mengunjungi Amy, Frank pergi ke Denver untuk mengunjungi Robert, yang Frank kira telah menjadi seorang conductor, pada saat melihat latihan Robert untuk suatu konser, ternyata ia ‘hanya’ penjadi pemain drum. Terakhir, Frank pergi ke Las Vegas untuk mengunjungi Rosie, putrinya yang kini menjadi penari di salah satu hotel di Vegas, Rosie juga terlihat sukses di apartemen yang mewah.
Manis bukan ? seorang ayah yang pada usia senja nya mendapati anak- anaknya sukses dan bahagia. Namun di akhir film, semua kebohongan terungkap, ternyata Amy dan suaminya telah lama berpisah. Robet yang memang berbohong karena sesungguhnya ia bukan seorang conductor. Rosie, ternyata apartemen mewah di Vegas itu bukan miliknya, ia bukan seorang penari melainkan ‘hanya’ pelayan restoran dan memiliki anak diluar nikah. Dan yang paling mengejutkan ialah ternyata David telah meninggal !.
Dari film ini saya belajar. Jika ditanya tentang tujuan hidup, sebagian besar orang- terutama di budaya timur kita ini- akan menjawab : “membahagiakan orang tua” yang kemudian dideskripsikan sebagai sekolah yang rajin dan dapat nilai bagus supaya bisa masuk universitas bagus supaya bisa bekerja dengan gaji yang bagus, kemudian menikah dengan orang yang tepat dan hidup bahagia selamanya.
Tentunya, orangtua selalu ingin yang terbaik bagi anaknya, dan anak selalu ingin menbahagiakan orangtuanya. Orangtua selalu ingin yang terbaik bagi anaknya, dan selalu ingin anak- anaknya mendapat kehidupan yang lebih baik dari dirinya. Mungkin karena hal ini, masing- masing dari mereka tidak punya cukup waktu untuk memikirkan dirinya sendiri.
Kebetulan, saya belum pernah menjadi orangtua dan tidak tahu bagaimana rasanya memiliki harapan yang sebegitunya pada anak- anak. Mungkin saja, karena saya tidak bisa berenang, saya akan memaksa anak saya kelak untuk les renang hingga ia bisa berenang dengan seribu satu macam gaya.
Mungkin karena rasa memiliki yang teramat sangat dari orangtua pada anaknya sehingga ia lupa bahwa mereka berdua dua mahluk berbeda yang seharusnya sama- sama merdeka.
Bahwa Frank Goode tidak mau David bercita- cita menjadi tukang cat tembok dan mengharapkan putranya menjadi seorang pelukis yang sukses.
Lalu, apa definisi sukses itu ? membahagiakan orang tua ? menjadikan anak lebih sukses dari diri kita sendiri ?
Entahlah

Senin, 17 September 2012

Tragedi Hari Itu

Jadi gini,

17 September 2012

dini hari, saya gak bisa tidur. akhirnya menemukan DVD Dark Shadows yang saya beli sabtu malam lalu (ketauan deh jones) trus yaudah nonton ajaaaa. sampe hampir pagi kan tuh, trus abis itu masih belum bisa tidur. didengarkanlah radio, trus galau, entah kenapa, kangen rumah, kangen bapak (jarang2 nih) trus nangis sampe bibir dan mata bengkak, ini serius, saya emang suka lebay kalo nangis. mungkin pengaruh siklus hormonal juga karena lagi dapet. eaah

akhirnya tidur juga, karena emang lagi gak solat, yaudah lanjut bobo ampe jam 8. bangun karena dibangunin mama. mandi sambil setengah sadar, galau mau pake baju yang mana. eh ketiduran, bangun2 cek hape, udah jam 10.16 !!!!! padahal ada kelas metpen jam 09.00 begoo begoo. itu pahal lu kuliah dibiayain rakyat woiiyyy !! hahahaha

yaudahlahyaaa, males dikosan. oia inget ada janji sama nijar, mau wawancara jam 1. yaudah akhirnya ke kampus sekalian sarapan (apa makan siang ?) di takor sama tile, mala, pede (iya itu bertiga nama orang, nama temen saya).

abis makan ke fasilkoom, ketemu nijar, wawancara, lalala lilili, rampung, ke perpus pusat, ke warnet apel. ngenet, sekian jam berlalu, ambil duit ahh, lumayan di perpusat ada atm 20ribuan, hoeeh. pas mau ngambil kartu atm.

.......


DOMPET GUEE MANA WOOOY

Lalu aku mencoba duduk tenang di sofa kulit di gedung crystal of knowledge itu, behh. ternyata emang setelah diobok obok dompetku gada di tas, lalu mencoba mengingat ingat...... pas di takor emang sempet ngeluarin dompet, dan tas gue sempet jatoh, kata tile pas tas gue jatoh dompet ada diatas meja. haduuuh. pas di fasilkom juga ga ngeluarin dompetsama sekali.

lalu aku menatap nanar dinding ber relief di perpusat yang indah itu, dompet anya hindmarch abal2 dengan gambar 3 anjing berjejer ituu.... aduuuh. dengan tabah aku mencoba menyusuri rute tadi tempat aku jalan, gak berbekas. pasraah. yaudahlah pulang aja :'(

motorku diparkir di fisip, oia inget kartu parkirnya ada di dompet juga, mampus gue. tapi karena udah capek, caapppeeek, halaah, yaudah coba menjelaskan ke mas mas parkir, eh dia malah manggil satpam dan saya diinterogasi macem2 sama satpamnya. si satpam nyuruh gue bawa saksi untuk memastikan bahwa gue emang mahasiswa situ, buat laporan katanya, yoloo, musti gue bawa ini jakun apah, haghag

akhirnya dengan rendah hati gue minta kharis kesitu, karena dartitadi dia emang yg paling responsif masalah kehilangan ini, apadeh. disela sela menunggu kharis, dan galau melihat mahasiswa fisip lalu lalang di parkiran, fufufu

tiba tiba nijar telpon!!! dompet eke ketemu di fasilkom !!! yaudah saya menjelaskan pada pak satpam. satpamnya nyuruh gue ngambil dulu di fasilkom, yaudah ketemuan sama kharis di fasilkom dan finally dompet onjoe gue kembali kembali ke tangan yang berhak. laaaah, dan akhirnya gue dan kharis makaan malem di takor (lagi) dan kharis membayar utangnya sama gue, hahahaha

sore itu gue pulang, dan mampir indomaret dulu, dengan tenang


"A friends in need is a friends indeed"