Senin, 11 November 2013

Tanggung Jawab

setahun yang lalu, saat saya turut serta dalam sebuah acara orientasi kampus, salah satu dari kami melakukan kesalahan. pada akhir acara, saat evaluasi kami semua-- yang sudah kelelahan hampir saling menyalahkan satu sama lain. lalu ada seseorang yang saat itu melakukan kekeliruan ditanya oleh panitia yang lebih senior..

"mas angkatan berapa?"
*si mas ini menyebutkan angkatannya*
"oh kalo gitu kesalahan yang lo lakukan hari ini, salah gue juga, karena gue yang dulu ngospekin elu"

.....

beberapa hari gue kesel sama si senior ini, tapi setelah dia memberikan pernyataan ini, gue langsung berpikir dia cooool abeees maaaan, hahaha

berapa kali dalam sehari kita mengacungkan jari ke orang lain, menunjuk padanya, semua gara2 elu, salah elu, ini salah si a, b, c, d.... tapi pernah gak sih sekali kita diem sebentar merenungi, jangan- jangan semua kesalahan, keancuran, kegakjelasan di dunia ini gara- gara diri kita sendiri.... hmm...




Kamis, 18 Juli 2013

Industrial

Saya akan memulai cerita ini dengan potongan kisah dari film Man of Steel.

Planet Krypton sudah sedemikian maju dan penghuninya (yang mirip manusia) telah melakukan berbagai penemuan bagi bangsanya. Kemudian (mungkin untuk efisiensi) setiap bayi di Krypton lahir melalui proses seperti kloning (gue gatau namanya apa, haha) dari sebuah Codex (DNA- DNA pilihan warga Krypton sebelumnya). Jadi setiap bayi yang lahir sudah disiapkan untuk menjadi pemimpin, militer, pekerja, ilmuwan, dan lain- lain karena struktur biologis mereka memang sudah disiapkan sedemikian rupa untuk itu. Ratusan tahun sistem kelahiran bayi ini diterapkan di Krypton hingga seorang ilmuwan bernama Jor-El memutuskan bahwa ada yang absen dari sistem ini yakni kesempatan... pilihan...

Kemudian Jor-El dan istrinya memutuskan untuk memiliki anak secara alamiah tapi sedemikian sehingga juga dimasukkin Codex tadi (tapi semuanya!) Bayi itu kemudian dinamai Kal-El. Tapi karena tahu bahwa planet Krypton akan segera hancur. Jor-El mengirim Kal-El ke planet biru yang mengitari bintang kuning hingga akhirnya jatuh di sebuah ladang gandum di Texas dan dinamai Clark Kent.

Ehek, udah ya ceritanya. Dapet poinnya gak? Pasti enggak. Haha

Tenang tenaaang. Saya bukannya mau nyeritain Henry Cavill yang hawt itu kok. Hahaha

Jadi gini, beberapa hari yang lalu saya dapet tugas buat riset majalah SUMA tentang World Class University (WCU) yang lagi gencar-gencarnya di UI era Gumilar.
Jadilah saya nanya- nanya ke Ridha Intifadha yang notabene anak BK MWA UI UM. Haha. Tapi yaudah jadinya ngalor ngidul, hahaha.
Terus kata dia, sebelum abad ke 17 gak ada tuh yang namanya sistem pendidikan, belajar itu ya murni sendiri dan gak tergantung sama institusi.
Baru setelah ada revolusi industri. Universitas seolah menjadi tempat manusia untuk ditempa sebelum jadi 'kapital'. Iya, sering banget kan ada pertanyaan 'kuliah apa? Oh nanti kerjanya apa?'. Nah iya, sekolah dan kuliah semata mata mempersiapkan kita jadi pekerja. Kita kuliah untuk kemudian kerja di multinational company dan tiap hari ngomong  inglish (?) Karena ya masyarakat dunia saat ini adalah masyarakat industri. Pendidikan yang (mungkin) sejatinya adalah sarana untuk manusia mempelajari suatu ilmu pengetahuan menjadi salah arah.

Trus, apa nyambungnya sama film Superman, Bin?

Bukan tidak mungkin manusia bumi makin mirip penduduk Krypton. Tapi masalahnya sering banget terjadi mismatch antara manusia dan 'ilmu' yang ia pelajari. Apa jadinya kalau Andy Warhol kuliah kedokteran dan Obama kuliah teknik? Mungkin kita gak bakal denger nama mereka.
Sedihnya masih banyak orangtua melarang anaknya kuliah jurusan yang 'aneh'. Heuheu

Belajar bisa dalam bentuk apapun. Sistem pendidikan adalah salah satu sarana. Mungkin semua ini bakal jadi pepesan kosong karena saya pun belum melaksanan hal  ini dengan baik : "Belajar"

Well I just want to tell you what's poppin' in my brain. Thanks for reading :)

Minggu, 07 Juli 2013

Kelompok Manusia

Saya selalu terheran- heran kenapa ada orang yang hidup dengan begitu cool-nya. Kegiatan mereka selalu dinamis dan penuh warna.

Ada juga mereka hidupnya sangat biasa. Menghabiskan waktu dibalik meja dan selalu menanti akhir pekan agar mereka bisa tidur seharian.

Lalu saya berpikir, termasuk bagian manakah saya?

Atau jangan- jangan ada irisan di antara kedua kelompok itu. Atau ada kelompok lain diluar kedua mereka.

Ah, tapi bukankah kecenderungan saya untuk selalu mendikotomikan segala sesuatu.

Jadi, saya termasuk yang mana?

Jumat, 21 Juni 2013

Yesterday

Heyy, it's been a long time since my last posting. Hahak. And my 19th birthday is just 5 days ahead.
Hahaha. Mungkin agak gak relevan sih. Cuma kayaknya pengen cerita. Hari ini akhirnya libur. Libur artinya bener bener gak ada 'kegiatan' yang diagendakan. Hahaha
Setelah bangun siang dan melakukan hal random kemudian saya memutuskan untuk beli majalah. Rasanya udah lama banget gak beli/ baca majalah. Ternyata setelah muter2 Depok. Gak nemu juga. Huft
Lalu takdir membawa saya ke sebuah tempat penyewaan DVD. Video Ezy namanya. Dulu waktu di Cilacap, saya sering pergi ke tempat ini. Ya, maksudnya franchise nya di tempat lain. Tentunya karena segitu langka nya hiburan di kota asal saya itu. Tapi akhirnya tempat itu tutup. Mungkin karena bangkrut karena gak ada yang nyewa. Huhu kasian.
Ya dan tadi ketika saya berhenti di Video Ezy jalan akses UI. Tandanya sudah menunjukan kata 'Tutup' tapi kemudian seorang mbak mbak tersenyum manis dari dalam dan memberikan tanda: masuk aja.
Saya pun masuk. Ternyata koleksi film nya bangak banget. Ya, kebanyakan film lama. Untung mbak nya ini ramah banget. Setelah milih2. Akhirnya saya pilih 5 film lama ini:
1. Love Actually
2. The Beaver
3. Ruang
4. The Photograph
5. The Flowers of War

Semuanya cuma 15.000 hahaha. Dan sebelum saya pulang, ada yang menjemput mbak ini. Saya duga mereka suami dan anaknya. Ampun deh anaknya (cowok) lucuu banget.

Pesan dari cerita ini adalah: mbak ini (siapa ya namanya) telah melakukan pekerjaannya dengan baik. Dan kayaknya saya bakal gak tidur malem ini. Haha, bonsoir !!

Ps: ini post pertama yg saya buat pake aplikasi blogger di hp :p

Senin, 29 April 2013

Sendirian ?



Satu kata, dengan intonasi yang membuatnya jadi tanya. Sering ketika saya pergi ke perpusat, detos, margo city, gramedia, atau manapun yang masih dalam daerah teritorial UI sendirian dan bertemu dengan acquaintances, mereka bertanya demikian. Ingin sekali rasanya menjawab dengan meme “you don’t say” nya Nicolas Cage, haha. Kemudian, kujawab iya, lantas mereka memandang saya dengan emm, pandangan yang kurang mengenakan.

Mon Dieu, sesungguhnya apa sih yang begitu salah/ hinanya ketika seseorang berpergian sendiri. Toh mengutip dari nenekAfina, “manusia lahir sendirian, mati sendirian, jadi manusia itu hakikatnya sendirian”.
Ketika mama saya yang menanyakan ini lewat telepon mungkin saya mahfum bahwa maksudnya adalah menjamin/ mengkhawatirkan keselamatan saya. Tapi masalahnya, saya sungguh lebih suka kemana- mana sendirian. Bahkan kadang- kadang saya pergi ke tempat yang agak jauh (dari yang disebutkan diatas) demi keselamatan dari pertanyaan ini “sendirian ?”.

Petualangan terjauh saya sendirian mungkin saat apply magang ke Kompas Gramedia di daerah Palmerah. Huhuu, eh ada yang lebih jauh ! waktu itu saya ke Gandaria City sendiri hanya karena ada acara card to post, syukurlah saya bisa ngerampok beberapa kartu pos gratis. Kedua tempat itu belum pernah saya kunjungi sebelumnya.

Ah segitu doang, cupu lo bin. Lah, saya kan gak bermaksut pamer. Selain itu saya juga prefer melakukan perjalanan jarak jauh (ke Bandung atau Cilacap) sendirian. Ada kenikmatan tersendiri ketika semuanya dilakukan sendirian.

Okay, okay, pasti kalian gatal berkomentar bahwa saya ini, emm bahasa barbar nya jomblo. Okaay marilah kita anggap ini adalah justifikasi dari status saya tersebut di atas. Tapi tapi jikalau nanti saya pun punya pasangan, apakah semua mua kegiatan yang saya lakukan harus bersamanya ?. toh pada akhirnya, ada istilah ‘me time’. Nah, jadi gimana dong ?.

Pada akhirnya, saya hanya ingin mengungkapkan pendapat saya (that what’s blog are for) haha. Intinya, harap masyarakat sekalian menghargai pilihan orang- orang yang berpergian sendirian dengan tidak menanyakan “sendirian ?”

Kamis, 28 Februari 2013

Bunga Matahari



Beberapa waktu yang lalu, saya akhirnya bisa menemukan dan membaca novel Remember Me karya Sophie Kinsella. Awalnya, saya kira novel ini adalah yang kemudian difilmkan dengan judul sama dan dibintangi Edward Cullen, duh maksud saya Robert Pattinson, haha.


Ternyata bukan, novel ini bercerita tentang Lexi Smart, seorang gadis yang menderita amnesia retrograde. Duh, kayaknya topik ini sering banget diangkat ke novel atau film ya, seperti The Vow juga. Nah si Lexi ini tiba- tiba ‘tersesat’ dalam kehidupannya di masa depan (yang jauh lebih sempurna !). Lexi menjadi jauh lebih cantik dan lansing, menjadi kepala departemen di kantornya, dan memiliki suami yang kaya sekaligus ganteng bagaikan model Armani.

Tapi ternyata Lexi tidak sepenuhnya bahagia dalam kehidupannya yang hampir tanpa cela itu. Dia tidak bisa lagi makan muffin karena sedang diet karbohidrat (yang membuatnya langsing), tertekan dengan kariernya di kantor, dan ternyata ia selingkuh dengan kolega suaminya sendiri !.

Nah, mungkin saudara- saudari sekalian bingung kenapa judul tulisan ini Bunga Matahari, hahaha. Jadi begini, ceritanya Lexi dan Joe yang merupakan pasangan selingkuhan. Setiap mereka selesai ‘berhubungan’, Lexi akan menanam biji bunga matahari dalam bekas wadah yoghurt. Di masa depan, ketika Lexi telah amnesia dan tidak percaya bahwa ia berpacaran dengan Joe, ia melihat kebun bunga matahari nya itu, ada yang sudah tumbuh tinggi ada yang baru berkecambah. Ajaib, so sweet, aneh, tapi gimana gitu.

Ah, itu cerita Lexi, saya juga punya bunga matahari sih, bukan cuma punya saya tapi punya kami semua.










We will always miss you cer :')