Saturday, June 23, 2012

Goceng Sampe Russia


Belakangan ini saya sedang menekuni hobi baru yang mungkin agak sedikit fancy dan hipster, haha, Yap Postcrossing.
Pada dasarnya saya selalu senang saat menerima paket maupun surat apapun dari siapapun, rasanya seperti mendapat hadiah dan kejutan, sekalipun itu adalah paket dari barang yang saya beli di onlineshop, hehehe.
Kemudian saya membaca artikel di majalah Go Girl milik teman saya. Disitu dijelaskan ada seseorang bernama Nanien yang telah menekuni hobi postcrossing ini. Setelah saya baca artikel dan kepoin blog-nya,  saya paham bahwa Postcrossing ini intinya adalah bertukar kartu pos dengan orang- orang di seluruh dunia. Bagaimana memulainya ? ada dua website yang bisa memfasilitasi kita menjalankan Postcrossing ini. Adalah postcrossing.com dan sendsomething.net
Di Postcrossing.com anda dapat membuat akun dan kemudian meminta sebuah alamat untuk dikirimi kartu pos, setelah kartu pos anda sampai di tujuan, anda akan mendapat kiriman kartu pos dari orang yang random pula.

Sedangkan dalam sendsomething.net , anda bisa melakukannya dengan jauh lebih simpel. Di situ ribuan orang dari berbagai negara di dunia memajang alamatnya, anda dapat mencari sebuah alamt secara random maupun dengan kriteria tertentu, setelah anda mengiriminya kartu pos, anda dapat meminta ia untuk membalasnya. Atau jika anda beruntung, seseorang yang menemukan alamat anda di situs ini akan mengirimi anda kartu pos surprisingly J
beberapa kartu pos yang pernah saya kirim



Sebenarnya dalam postcrossing anda tidak melulu harus mengirim atau akan menerima kartu pos. surat atau bahkan paket berisi hadiah atau apapun diperbolehkan. Namun mengirim kartu pos tentunya akan membutukan biaya yang sangat murah (ini alasan dibalik judul tulisan ini, hehe). Selama ini saya membeli kartu pos di Times Bookstore Perpustakaan Pusat UI, harganya 3500 sebuah, beli 2 gratis 1, waw menyenangkan kan ? Tapi ironisnya kartu pos yang berisikan potret indah dari gambaran negeri Indonesia ini dicetak di Singapura ! untuk biaya prangko, saya biasa menempel prangko 5000 untuk negara tujuan US, Eropa, dan Asia dan 7500 untuk negara yang jarang saya dengar namanya, hehehe
Mungkin kebanyakan orang akan bertanya- tanya, di era gadget yang serba canggih seperti sekarang kantor pos dan perangko bukan lagi hal yang harus dipedulikan. Nah, justru itu ! ada kesenangan tersendiri bagi saya ketika mengirim dan menunggu datangnya kartu pos- kartu pos unyu ini, hehehe. Ketika saya lelah dengan dunia yang serba instan, mungkin saya membutuhkan jeda untuk menunggu, duh apadeh. Seperti kutipan dari seseorang di website postcrossing.com ini :

“For me, it's like Christmas everyday. You never know which person or country is the next you will get to know.”-Curcubeu, Germany-

Tuesday, June 19, 2012

Sindiran Nietzsche

“Scholars spend all their energy saying yes and no, criticizing what other people already thought- they do not think for themselves anymore…”

Dikutip dari Ecce Homo karya F.W Nietzsche