Selasa, 28 Juni 2011

ANTIK BATIK

Motif batik Parang Rusak


Sebagai masyarakat Indonesia, kita tentunya bangga ketika UNESCO menetapkan Batik sebagai Warisan budaya Indonesia pada 2 Oktober 2009 lalu, yang kemudian diperingati sebagai Hari Batik. Setiap hari Jumat pun, berbagai instansi dan kantor di seluruh Indonesia mewajibkan para karyawannya memakai busana ini.
Iseng, saya mencoba mencari baju batik di situs Shopstyle.com. Ketika menuliskan keyword 'batik', begitu banyak koleksi pakaian yang muncul, ternyata ada sebuah brand bernama ANTIK BATIK. Dari namanya kedengaran sangat Indonesia sekali bukan ?. Lalu apakah brand tersebut berasal dari negeri ini ?, anda salah besar, Adalah Gabriella Cortese, wanita kelahiran Italia, yang kemudian tinggal di Paris, Perancis memulai meproduksi pakaian ready to wear ini pada tahun 1992.
Dalam web-nya. Cortese dikenal sebagai orang yang senang berpergian, dan Ia mengakui bahwa memang ada pengaruh Indonesia dalam karyanya. Konon ia terinspirasi pada teknik pembuatan batik saat dirinya mengunjungi Bali. Koleksinya memang menonjolkan gaya bohemian dan motif tribal. Namun, menurut saya batik khas Indonesia malah tidak terlihat dalam koleksinya baru- baru ini.
koleksi ANTIK BATIK Spring- Summer 2011


Harga dari pakaian label ini memang tidak bisa dibilang murah sekitar US$100-US$200. Dan dari harga segitu, apa yang Indonesia dapatkan ?. Nothing ?. Dan alangkah sedihnya jika dunia mengenal batik dari ANTIK BATIK karya Cortese, bukannya batik asli Indonesia. C'est tellement pathétique

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar