Monday, March 16, 2020

Seniman, Taksonomi Bloom dan Nadiem Makarim

Kemarin gue dan Muthia datang ke pameran lukisannya Ugo Untoro di Galeri Nasional. Terus, Muthia bilang: (yang kemudian juga dia tweet)

"I really like being around artists, i can see what i barely have: conviction, in this world full of doubts."

Entah kenapa gue kepikiran mulu, kayak sebenernya bisa menjawab (duh anaknya semua argumen harus ditanggapi) atau menjelaskan komentarnya Muthia barusan.

Besoknya, baru keingetan Taksonomi Bloom.


Menurut Bloom, tahapan belajar manusia dikategorikan secara bertahap. Yang paling rendah adalah mengingat yang paling tinggi adalah menciptakan sesuatu yang baru. Dalam kasus pameran Ugo Untoro di Galnas tadi, mungkin Muthia ada benarnya: seniman telah mencapai piramida Bloom yang paling puncak: menciptakan karya.

Namanya juga piramida, main ke atas makin mengerucut, meaning: tidak banyak orang yang akhirnya sampai pada level itu. Karena untuk mencapai level di atas, harus sudah 'selesai' dengan level di bawahnya.

Trus apa hubungannya sama Nadiem Makarim? haha. Karena dia mau menghapuskan Ujian Nasional. Menurut Mz mentri, UN cuma menguji hapalan siswa, alias level tercetek dari piramida Bloom. Sedih banget yak.

Apakah dan bagaimana cara menguji 'level kemudian' di piramida Bloom ini juga gue gak tahu. Haha, dan apakah tesnya bisa distandardisasi? gak tahu juga, kan eyke bukan Mendikbud. Wkwk

Yang jelas, memang menurut gue 'pendidikan' tidak bisa disempitkan pada bangunan dan institusi bernama sekolah aja. Hehe

Ohiya, puncak Create pada piramida Bloom ini gak terbatas pada seniman ya. Menciptakan resep makanan, apps, teori ekonomi, obat penyakit tertentu, dsb juga create. 

Semoga kita semua bisa mendaki hingga piramida tertinggi nya Bloom

Amen

No comments:

Post a Comment