Kamis, 29 September 2016

Mbak Nara, Sebenarnya Ada Apa di Papua?

Waktu itu kalau tidak salah saya duduk di kelas 3 SD. Ketika Mbah Sunu, kakek saya membelikan sebuah buku Atlas. Saya pun sangat senang, dan kemudian membacanya bersama Mas Bandu. Saya kagum melihat warna-warni bendera negara-negara di dunia dalam buku tersebut. Saya tanya ke Mas Bandu

"mas, sekarang ini masih ada negara yang dijajah negara lain gak?"

"hmmm, ya enggaklah kan sudah ada PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa)"

Saya mengangguk mafhum.

***

Pagi tadi nampaknya ada seorang perempuan yang cukup menggegerkan media tanah air, karena ia dengan beraninya memberikan pernyataan di forum PBB, menjawab pernyataan Presiden Kepulauan Solomon dan 5 kepala negara Pasifik lain tentang Papua. Adalah Nara Rakhmatia, yang headline beberapa media massa katakan 'menampar' enam kepala negara pada KTT PBB ke 71 di New York, AS.

Afina membagikan berita tentang Mbak Nara (sok akrab) ini, "kenapa ya yang dikomentarin cantiknya?". Sebagai orang yang cukup cermat membaca berita. Seharusnya kita bertanya, ada apa sebenarnya di Papua sana? (ya, 'sana' karena Papua nampak begitu jauh walau kita masih saudara). Kenapa tiba-tiba enam negara yang namanya jarang kita dengar ini, yang lokasinya paling hanya berupa titik-titik pada peta dunia, tidak ada angin tidak ada hujan menyinggung masalah Papua. Benarkah ini benar-benar tiba-tiba?.

Tadi, ketika menonton cuplikan jawaban Mbak Nara di youtube, banyak komen yang mengomentari tentang: NKRI harga mati! I love Papua!, dan sebagainya. Benarkah kita mencintai Papua?. Kalau kita cinta sama orang, bukankah kita pengen tahu segalanya tentang dia?. Nah sekarang marilah kita kepoin si Papua tercinta. Kenapa, ternyata ada saudara-saudara kita di sana yang pengen merdeka? nih websitenya kalau mau tahu? www.wplo.org

Lalu, apakah saya mendukung Papua merdeka? mendukung para 'separatis' itu membuat Papua bukan lagi bagian dari Indonesia? tidak, tentu saja tidak. Indonesia indah karena keanekaragamannya. Namun Bhineka Tunggal Ika tidak akan dicapai dengan menutup-nutupi peristiwa-peristiwa yang ada, bukan pula dengan membunuh suara-suara yang ingin didengarkan. Karena yang saya tahu, Indonesia itu adalah dari Sabang sampai Merauke.

Terimakasih Mbak Nara, yang telah melakukan tugasnya sebagai perwakilan Indonesia di PBB dengan baik. Membuat kita kagum akan kecantikan dan keberaniannya. Dan membuat kita bertanya, "Sebenarnya Ada Apa di Papua?"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar