Saya ingin menceritakan tentang dua orang yang saya temui minggu ini, mereka bukan keluarga saya, dan saya hanya menemui mereka dalam waktu singkat namun kehadiran mereka (mungkin) membuat hidup saya cukup berbeda.
Cerita Kakak:
Kakak berasal dari Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur. Tanah yang tandus dan gersang membuat Kakak harus pergi mengadu nasib ke tempat yang jauh. Umur 14, tanpa pengetahuan akan angka dan aksara Kakak pergi ke Medan. Di sana Kakak cukup beruntung merawat seorang jompo dan diperlakukan baik. Kemudian Kakak pulang kembali ke NTT, setelah itu ia pergi ke Malaysia, dengan iming-iming gaji yang menggiurkan. Kakak pun berangkat, masih dengan pengetahuan yang sangat minim. Naas, di sana Kakak dipekerjakan bak budak. Bekerja di pabrik makanan dari pagi hingga malam, diberi makan nasi tanpa lauk, gaji pun tak dibayar. Kakak dan seorang temannya kabur, Kakak sempat mengalami kecelakaan dengan bekas luka yang cukup parah di kaki kanannya. Beruntung akhirnya Kakak bertemu dengan seseorang yang baik hati, dari Malaysia ia kembali ke Jakarta- tempat kami akhirnya bertemu. Kakak susah sekali untuk belajar menulis, bahkan mengenal angka pun masih sangat susah, tapi Kakak sangat suka mewarnai. Selama dua minggu di Jakarta, tak kurang seratus gambar ia warnai dengan tekun. Sekarang Kakak sudah kembali ke rumahnya. Semoga hari-hari Kakak ke depan makin bahagia dan berwarna-warni cerah.
Cerita Bapak:
Kalian tahu Aksi Kamisan?, aku beberapa kali datang ke kesempatan tersebut. Kamis sore di depan istana negara, aku melihat sorang Bapak yang tidak biasanya ada di aksi tersebut. Namun menurut kawanku, Bapak itu sudah beberapa kali datang. Akhirnya kamipun menanyai Bapak. Aku sempat terkejut, menurut cerita Bapak, dia pernah ditembak oleh aparat, dioperasi kemudian salah satu organnya ada yang dibuang,- entah apa. Bapak kebingungan harus mengadu ke mana, hingga akhirnya mengetahui tentang Kamisan dari berita di koran. Alhamdulillah sore itu Bapak sudah ketemu dengan pengacara LBH Jakarta. Semoga Bapak segera mendapat keadilan.
*cerita di atas adalah nyata terjadi
Sunday, May 22, 2016
Thursday, May 12, 2016
Go Big or Go Home?
Last week, I go home. I feel weird, a bit strange. My parents just did a major renovation that change many parts of it. I lost my dirty ugly green sofas, I lost corner between my bed and my desk, place where I used to write my diaries, crying to trashy love songs, and god only knows what else. But I can't complain. That house aged as old as my oldest brother and never have any refinement since then. It NEED to be fixed. And yes, I can not complain. I'm not feel that bad about that renovation. Now my home have nicer tile and wall, better roof that not leaked when it's rain, et cetera. And I'm not a little girl anymore. Don't be too sentimental. It's my parents' home, not mine. Maybe
Go big or go home. I often heard that words. Roughly translated into: be success, or yeah stay at your nest, do nothing.
Beside all that strange feelings towards my 'new' home. I just realized that I have certain distance with my neighboorhood. I went to high school uptown that quite far from my home, and then I go miles away to pursue my degree. I feel like a stranger in my own village. And too bad, I just realized that now.
I just graduated from my university. Now I'm on my 'liberty crisis' or yeah -unemployed- well I might said that I'm not totally legit to be called that. I am volunteering at an NGO as a researcher. My friends called it cool, my parents does not say so. There is a lot of better things, kid. Yeah. But I feel lost, not because I don't have map, but sadly, I pretty confused where is my direction.
So, go big or go home?
Maybe I should done this first:
Define what is 'big'?
And finding where is 'home'?
Wish me luck
Go big or go home. I often heard that words. Roughly translated into: be success, or yeah stay at your nest, do nothing.
Beside all that strange feelings towards my 'new' home. I just realized that I have certain distance with my neighboorhood. I went to high school uptown that quite far from my home, and then I go miles away to pursue my degree. I feel like a stranger in my own village. And too bad, I just realized that now.
I just graduated from my university. Now I'm on my 'liberty crisis' or yeah -unemployed- well I might said that I'm not totally legit to be called that. I am volunteering at an NGO as a researcher. My friends called it cool, my parents does not say so. There is a lot of better things, kid. Yeah. But I feel lost, not because I don't have map, but sadly, I pretty confused where is my direction.
So, go big or go home?
Maybe I should done this first:
Define what is 'big'?
And finding where is 'home'?
Wish me luck
Thursday, April 14, 2016
Binar's Picks: Holy Grail
Di dunia paralel, mungkin saya adalah seorang beauty blogger, wkwk. Tapi karena kita hidup di dunia ini dan mau tidak mau harus menerima kenyataan. Maka, inilah saya- entahapa blogger yang kali ini mau berbagi tentang dunia kecantikan. Cihuy
Kalian para pecinta dunia perlipensetipan
pasti sudah sangat paham lah ya popularitas lipen ini. Dan harus saya akui sih,
lipstik ini emang the best... ever! Haha gak lebay kok. Pertama tau lipstik ini
kalo gak salah dari blognya Mbak Racun kemudian saya nitip Mala beliin di
Grobogan, Jawa Tengah (ya silakan diliat di atlas dimanakah letak Grobogan).
Sejauh ini saya punya tiga shade lipstik ini (83,89 dan 90) dan favorit saya
adalah 90, warnanya nude ke orange an dan cukup versatile buat dipake kemana-
mana dibanding saudara- saudaranya. Oia lipstik Purbasari matte ini sekali oles
cetar banget (bahasa beautyblogger nya: pigmented) jadi kalo warnanya kurang
pas kayak rada mati gaya gitu (halah ngemeng apaan sih gue). Ngeselinnya adalah
lipstik ini sangat susah dicari, saya baru nemu dua toko yang jual lipstik ini
(di supermarket Fortuna Jalan M. Kahfi II, Jakarta Selatan dan salah satu toko
kosmetik di ITC Depok lantai dasar). Harganya pun beragam dari 35.000 hingga
40.000 (harga manusiawi lipstik lokal). Jadi silakan berburu si Popular Purbs
ini
Kayaknya keunggulan brand Maybeline memang ada di produk-produk mata nya (perias mata maksudnya) karena menurut saya lipstiknya biasa aja. Tapi overall Mayelline ini memang salah satu merek drugstore yang recommended, murah dan mudah didapat. eyak. Maskaranya sendiri gimana? ya enak aja sih gitu (review macam apa ini). Kelebihan maskara ini sih ada di aplikatornya yang jarang-jarang sehingga bisa menyisir bulu mata kita dengan rapi. Pada dasarnya semua orang tuh kayaknya punya bulu mata yang cukup panjang, namun beberapa ada yg tipis kayak bulu mata saya jadi perlu ditebelin deh pake maskara ini. Bulu mata yang ON memang bisa meningkatkan kepercayaan diri dalam waktu singkat, tapi ya itu, suka males bersihinnya, hahaha.
Demikian plothuk plothuk pilihan saya buat kali ini, kalau belum ada yang dilist, misal bedak atau eye shadow, itu karena saya memang belum menemukan yang bagus banget. Hehe semoga saya segera menemukanjodoh produk- produk itu ya, biar bisa direview juga.
Kalau ditanya, kenapa sih saya make up-an, ya simply look good makes me feel good. Eya. Beneran deh, sesimpel itu
Xoxo
Sesungguhnya, kayaknya (apasih) blogging menjadi media yang cukup efektif untuk mereview apapun. Karena blog bersifat personal. Sering kan kita nanya ke temen atau keluarga "eh sabun muka apa sih yang bagus?" "eh gue mau ke Liberia, di sana ada objek wisata apa aja ya?". Nah, di era internet globalisasi maha dahsyat adidaya ini blog lah yang mempertemukan kita dalam masalah rivyuw rivyuw an ini.
Kali ini saya mau memberi beberapa rekomendasi kosmetik yang menurut saya oke. Bahasa beautyblognya sih: holy grail, walau ini sama sekali gak ada hubungannya sama holy grail yang diceritakan Dan Brown yaa. Jadi, bermula dari berbagai pertanyaan handai taulan tentang lipstik, bb cream, anuan apaan yang bagus, saya coba rangkum di sini deh. Oke, tapa berpanjang kata marilah kita simak, holy grail versi Seus Binar
1. Purbasari Matte Lipstick No. 90
2. Wardah Lipstick Palette
Percayalah bahwa lipstik itu bisa membuat
Anda adiktif. Udah punya 10 warna dan merk pun pasti pengen lagi dan lagi. Nah,
saya kemudian nyadar bahwa lipstik kemasan tube (atau bullet?) itu lama
habisnya dan sering keburu kadaluarsa duluan, hiks. Padahal kita pengen kan
eksperimen dengan berbagai warna. Nah lipstik model palette lah solusinya. Saya
pertama beli Wardah lipstik Palette yang Chocoaholic kemudian nagih (kan! Anda
sudah diperingatkan!) buat beli yang Perfect Red. Senengnya dalam satu palet ini
warnanya beragam dari yang kalem sampe gonjreng jadi buat pemula cukup lah
punya satu palet untuk berbagai macam suasana (bhihik *crossedfinger).
Kekurangannya lipstik model palet kurang praktis untuk retouch karena harus
pake kuas, gak kayak lipstik biasa yang tinggal sret bret cetar kembali!
3. Maybelline Hypersharp Eyeliner
Pertama belajar pake eyeliner dulu saya
beli eyeliner di tukang jualan mainan dengan merk yang tentunya gak jelas.
Kemudian saya bertaubat untuk berhenti memakai produk (terutama kosmetik dan
skincare) yang KW atau merk gak jelas. Tapi dari situlah saya paham bahwa
eyeliner yang paling enak dipake adalah yang bentuknya spidol, apapun merknya.
Hingga kemudian saya menemukan di Maybelline Hypersharp ini. Kemasannya
ergonomis banget buat diaplikasikan ke kelopak mata dan formulanya cepat
kering. Kuasnya juga kecil jadi gampang kalau mau buat winged eyeliner. No mess deh buat beginner, hehe. Tapi kata temen saya harganya sekarang
makin mahal (dampak inflasi bok) dan saat ini saya belum beli produk ini lagi
karena lagi ngabisin eyeliner merk lain.
4. Pensil alis Viva
Sebenernya cukup mengalami konflik batin
buat masukin ini pensil alis sejuta umat ke daftar ini. Kenapa? Karena warnanya
sebenernya gak pas buat muka saya. Yang hitam terlalu gelap, yang coklat
jatohnya malah merah. Maunya apa. Tapi pensil alis ini teksturnya cukup lunak
jadi gampang dipake buat belajar (hah alis aja belajar?!!). Percayalah bahkan Anggie Rasly sampe bikin buku hanya untuk bahas alis. Jadi alis yang sempurna
itu memang butuh proses. Jadi mengamini Harper’s Bazaar Indonesia, saya
memasukkan pensil alis Viva ke daftar ini (ya opo)
5 Garnier BB Cream
Percayalah saya telah mencoba berbagai macam
BB Cream dari seluruh dunia (lebay aja, paling Indo, US, Korea) baik dalam kemasan full maupun sampel dan Garnier
lah yang saya sayangi. Enaknya BB Cream ini adalah teksturnya yang ringan,
baunya wangi, dan kalau di warna kulit saya gak medok gitu loh. haha. Tapi kekurangannya ya bb cream ini pigmentasinya sangat sheer, karena memang ditujukan untuk pemakaian sehari- hari. Kalau mau make- up berat ya pake foundation ya nek.
6. Maybeline Volum Express Hypercurl Maskara
Demikian plothuk plothuk pilihan saya buat kali ini, kalau belum ada yang dilist, misal bedak atau eye shadow, itu karena saya memang belum menemukan yang bagus banget. Hehe semoga saya segera menemukan
Kalau ditanya, kenapa sih saya make up-an, ya simply look good makes me feel good. Eya. Beneran deh, sesimpel itu
Xoxo
Sunday, April 10, 2016
Kata Mereka tentang Muhammad S.A.W
"Saya lebih dari yakin bahwa bukan pedanglah yang memberikan kebesaran Islam pada masanya. Tapi ia datang dari kesederhanaan, kebersahajaan, kehati-hatian Muhammad, serta pengabdian luar biasa kepada teman dan pengikutnya, tekadnya, keberaniannya, serta keyakinannya pada Tuhan dan tugasnya"
-Mahatma Gandhi
"Saya sudah mempelajari Muhammad, sesosok pribadi agung yang jauh dari kesan seorang anti-kristus, dia harus dipanggil 'sang penyelamat kemanusiaan'. Saya yakin apabila orang seperti Muhammad memegang kekuasaan tunggal di dunia modern ini, dia akan berhasil mengatasi segala permasalahan sedemikian sehingga membawa kedamaian dan kebahagiaan yang dibutuhkan dunia"
-Sir George Bernard Shaw
"Dia adalah perpaduan Caesar dan Paus. Tapi dia adalah sang Paus tanpa pretensinya dan seorang Caesar tanpa Legionnare nya, tanpa pengawal, tanpa istana, tanpa penghasilan tetap. Jika ada seorang manusia yang pantas untuk berkata bahwa dia lah wakil Tuhan penguasa dunia, Muhammadlah orangnya, karena ia memiliki kekuatan meski ia tidak memiliki instrumen atau penyokongnya"
-Bosworth Smith
"Kalau kebesaran tujuan, kecilnya alat yang dipakai dan besarnya hasil yang dicapai adalah kriteria kebesaran manusia. Maka siapa yang berani membandingkan Muhammad dengan orang besar siapa saja dalam sejarah modern"
-La Martine
"Ejekan terhadap Muhammad hanya akan mencoreng wajahmu sendiri. Mengapa kamu keberatan jika para sahabatnya menganggap dia Nabi? Mereka telah menyaksikan bagaimana ia menisik jubahnya, menyapu rumahnya dan memperbaiki sandalnya. Namakan apa saja sesuka Anda, namun demikian ketahuilah bahwa tidak ada kaisar dalam pakaian kebesarannya lebih ditaati dari lelaki yang menambal sendiri jubahnya ini"
-Thomas Carlyle
#Sebarkan pesan perdamaian ini
Sumber: Al- Qur'an Mukjizat Sejarah dan Ilmu Pengetahuan (Helmi Abdullah Umar Suweleh)
-Mahatma Gandhi
"Saya sudah mempelajari Muhammad, sesosok pribadi agung yang jauh dari kesan seorang anti-kristus, dia harus dipanggil 'sang penyelamat kemanusiaan'. Saya yakin apabila orang seperti Muhammad memegang kekuasaan tunggal di dunia modern ini, dia akan berhasil mengatasi segala permasalahan sedemikian sehingga membawa kedamaian dan kebahagiaan yang dibutuhkan dunia"
-Sir George Bernard Shaw
"Dia adalah perpaduan Caesar dan Paus. Tapi dia adalah sang Paus tanpa pretensinya dan seorang Caesar tanpa Legionnare nya, tanpa pengawal, tanpa istana, tanpa penghasilan tetap. Jika ada seorang manusia yang pantas untuk berkata bahwa dia lah wakil Tuhan penguasa dunia, Muhammadlah orangnya, karena ia memiliki kekuatan meski ia tidak memiliki instrumen atau penyokongnya"
-Bosworth Smith
"Kalau kebesaran tujuan, kecilnya alat yang dipakai dan besarnya hasil yang dicapai adalah kriteria kebesaran manusia. Maka siapa yang berani membandingkan Muhammad dengan orang besar siapa saja dalam sejarah modern"
-La Martine
"Ejekan terhadap Muhammad hanya akan mencoreng wajahmu sendiri. Mengapa kamu keberatan jika para sahabatnya menganggap dia Nabi? Mereka telah menyaksikan bagaimana ia menisik jubahnya, menyapu rumahnya dan memperbaiki sandalnya. Namakan apa saja sesuka Anda, namun demikian ketahuilah bahwa tidak ada kaisar dalam pakaian kebesarannya lebih ditaati dari lelaki yang menambal sendiri jubahnya ini"
-Thomas Carlyle
#Sebarkan pesan perdamaian ini
Sumber: Al- Qur'an Mukjizat Sejarah dan Ilmu Pengetahuan (Helmi Abdullah Umar Suweleh)
Sunday, March 27, 2016
Tentang Hak
"Eh kalo bayar taksi boleh minta kembalian gak sih?"
"Ya boleh lah, tapi biasanya emang kembaliannya buat tip"
"Gue kemaren argonya 37 ribu gue kasih 50an ga dikasih
kembali"
"Ya lu minta lah"
"Males"
"Ya itu kan hak lu"
"Ya gak segitunya juga"
"Eh asal lu tau ya! Kalo perempuan di amerika gak
memperjuangkan hak pilihnya! Kalo buruh gak memperjuangkan 8 jam kerja! Kita
gak bakal gini sekarang!"
"Iye iye"
Saturday, March 19, 2016
Ketika Aku Bosan
Aku lupa ada milyaran orang yang belum ku kenal
Jutaan buku yang belum ku baca
Ribuan bahasa yang belum ku pahami
Ratusan negara yang belum ku kunjungi
Dan satu Engkau, Yang Belum Selesai Aku Pahami
Jutaan buku yang belum ku baca
Ribuan bahasa yang belum ku pahami
Ratusan negara yang belum ku kunjungi
Dan satu Engkau, Yang Belum Selesai Aku Pahami
Tuesday, March 1, 2016
Sosial Media dan Kemunduran Berinternet
Lima tahun yang lalu, saat saya duduk di bangku kelas 12 SMA
dan bersiap untuk kuliah, fungsi internet yang paling bermanfaat bagi saya
adalah google. Memang saat itu sudah ada facebook, namun sosial media belum
sepopuler sekarang karena –mungkin ponsel pintar belum dapat diakses oleh semua
orang. Kala itu, istilah populer di internet adalah blogwalking, rasanya penting bagi setiap insan untuk memiliki blog,
baik itu blogspot, wordpress maupun tumblr. Mungkin juga itu alasan mengapa
saya mulai menulis di laman ini, hehe- saya tidak ingat persis.
Tahun- tahun berlalu dan entah bagaimana... oh iya, mungkin
saat instagram diakuisisi oleh Facebook sehingga dapat diakses pada semua
ponsel android, mungkin juga karena itulah banyak toko daring yang memanfaatkan
sosial media ini “cek ig kita sis”. Sebelumnya kita juga mengingat twitter yang
sempat primadona di seluruh penjuru negeri. Ingat bagaimana berbagai pihak dari
mulai selebriti, aktivis sosial, ilmuwan, ustadz hingga politisi mencuitkan
berbagai idenya dalam sarana per 140 karakter ini.
Saya jadi ingat kalimat Max dari serial 2 Broke Girls yang
bilang
“
twitter is stupid and
instagram is twitter for people who cannot read”
Benarkah?
Tentu kini kita juga mengenal satu lagi platform yang
demikian populer di kalangan anak muda, khususnya di Indonesia, yap Path –yang
konon sebagian sahamnya dimiliki Bakrie Group, hehehe. Mengapa saya memaparkan ‘sejarah’
singkat sosial media ini? Hmm, sebenarnya ini berawal dari kegelisahan saya
karena kita mulai sepi membicarakan ide.
Beberapa waktu lalu, karena saya kesepian ‘ditinggal’ lulus
oleh teman- teman (loh kok jadi curhat). Salah satu cara untuk ‘catch up’
dengan mereka adalah dengan aktif kembali di Path, alias bisa ngepoin mereka,
haha. Path dirancang agar kita dapat berbagi momen- momen kita dengan lingkaran
terdekat. Dan ternyata, mayoritas isi Path adalah hal- hal pribadi seperti kita
makan di mana, dengan siapa, dll. Oke mungkin saya terdengar sangat sinis
tentang hal ini. Tapi kembali lagi, saya hanya merindukan diskusi ide di
internet dan bukan ‘hanya’ lo ngapain aja hari ini. Hehe
Jadi yuk kita mulai kembali membagi ide- ide kita?
Ingat kalimat bijak dari Ibu Kita Eleanor Roosevelt
#note #to #my #self
*ditulis oleh pengangguran yang kesepian
Subscribe to:
Posts (Atom)








