Showing posts with label Review. Show all posts
Showing posts with label Review. Show all posts

Sunday, December 1, 2019

Kim Ji Young, Born 1982

Beberapa hari lalu nonton film Kim Ji Young, Born 1982. Walaupun telat beberapa menit dan melewatkan scene yang penting, overall film ini memang bagus dan sukses bikin nangis beberapa kali. Huhu

Katanya film ini begitu dibenci di negara asalnya sampai aktrisnya dibully sama netizen. Memang kayaknya semua isu patriarki ditumpahkan dalam satu film sampai beberapa agak terkesan 'maksa'.

Sutradaranya cukup jago melihat segala 'keribetan' dari angle perempuan, misalnya saat Ji Young mau pipis di toilet umum sambil gendong anaknya dan bawa segala tentengan. Mungkin ini pentingnya peran perempuan di segala bidang, biar 'sudut pandang' kita terwakili.

Cerita film ini 'biasa' banget. Bahkan kayak cuma dengerin cerita tetangga atau temen deket lo. Saking 'biasa'nya isu-isu seperti ini lah yang sering diabaikan. Nah mungkin film ini pengingat buat kita untuk look around dan aware dengan orang-orang di sekeliling kita yang mungkin butuh bantuan.



Ini adegan yang relatable banget saat Ji Young nunggu cucian. Gue yang ngelakuinnya seminggu sekali aja bosen banget. Nah dia tiap hari. Tulung 

Thursday, April 14, 2016

Binar's Picks: Holy Grail

Di dunia paralel, mungkin saya adalah seorang beauty blogger, wkwk. Tapi karena kita hidup di dunia ini dan mau tidak mau harus menerima kenyataan. Maka, inilah saya- entahapa blogger yang kali ini mau berbagi tentang dunia kecantikan. Cihuy
Sesungguhnya, kayaknya (apasih) blogging menjadi media yang cukup efektif untuk mereview apapun. Karena blog bersifat personal. Sering kan kita nanya ke temen atau keluarga "eh sabun muka apa sih yang bagus?" "eh gue mau ke Liberia, di sana ada objek wisata apa aja ya?". Nah, di era internet globalisasi maha dahsyat adidaya ini blog lah yang mempertemukan kita dalam masalah rivyuw rivyuw an ini. 
Kali ini saya mau memberi beberapa rekomendasi kosmetik yang menurut saya oke. Bahasa beautyblognya sih: holy grail, walau ini sama sekali gak ada hubungannya sama holy grail yang diceritakan Dan Brown yaa. Jadi, bermula dari berbagai pertanyaan handai taulan tentang lipstik, bb cream, anuan apaan yang bagus, saya coba rangkum di sini deh. Oke, tapa berpanjang kata marilah kita simak, holy grail versi Seus Binar

1.        Purbasari Matte Lipstick No. 90

Kalian para pecinta dunia perlipensetipan pasti sudah sangat paham lah ya popularitas lipen ini. Dan harus saya akui sih, lipstik ini emang the best... ever! Haha gak lebay kok. Pertama tau lipstik ini kalo gak salah dari blognya Mbak Racun kemudian saya nitip Mala beliin di Grobogan, Jawa Tengah (ya silakan diliat di atlas dimanakah letak Grobogan). Sejauh ini saya punya tiga shade lipstik ini (83,89 dan 90) dan favorit saya adalah 90, warnanya nude ke orange an dan cukup versatile buat dipake kemana- mana dibanding saudara- saudaranya. Oia lipstik Purbasari matte ini sekali oles cetar banget (bahasa beautyblogger nya: pigmented) jadi kalo warnanya kurang pas kayak rada mati gaya gitu (halah ngemeng apaan sih gue). Ngeselinnya adalah lipstik ini sangat susah dicari, saya baru nemu dua toko yang jual lipstik ini (di supermarket Fortuna Jalan M. Kahfi II, Jakarta Selatan dan salah satu toko kosmetik di ITC Depok lantai dasar). Harganya pun beragam dari 35.000 hingga 40.000 (harga manusiawi lipstik lokal). Jadi silakan berburu si Popular Purbs ini 

2.       Wardah Lipstick Palette

Percayalah bahwa lipstik itu bisa membuat Anda adiktif. Udah punya 10 warna dan merk pun pasti pengen lagi dan lagi. Nah, saya kemudian nyadar bahwa lipstik kemasan tube (atau bullet?) itu lama habisnya dan sering keburu kadaluarsa duluan, hiks. Padahal kita pengen kan eksperimen dengan berbagai warna. Nah lipstik model palette lah solusinya. Saya pertama beli Wardah lipstik Palette yang Chocoaholic kemudian nagih (kan! Anda sudah diperingatkan!) buat beli yang Perfect Red. Senengnya dalam satu palet ini warnanya beragam dari yang kalem sampe gonjreng jadi buat pemula cukup lah punya satu palet untuk berbagai macam suasana (bhihik *crossedfinger). Kekurangannya lipstik model palet kurang praktis untuk retouch karena harus pake kuas, gak kayak lipstik biasa yang tinggal sret bret cetar kembali!

3.        Maybelline Hypersharp Eyeliner

Pertama belajar pake eyeliner dulu saya beli eyeliner di tukang jualan mainan dengan merk yang tentunya gak jelas. Kemudian saya bertaubat untuk berhenti memakai produk (terutama kosmetik dan skincare) yang KW atau merk gak jelas. Tapi dari situlah saya paham bahwa eyeliner yang paling enak dipake adalah yang bentuknya spidol, apapun merknya. Hingga kemudian saya menemukan di Maybelline Hypersharp ini. Kemasannya ergonomis banget buat diaplikasikan ke kelopak mata dan formulanya cepat kering. Kuasnya juga kecil jadi gampang kalau mau buat winged eyeliner. No mess deh buat beginner, hehe. Tapi kata temen saya harganya sekarang makin mahal (dampak inflasi bok) dan saat ini saya belum beli produk ini lagi karena lagi ngabisin eyeliner merk lain.

4.        Pensil alis Viva
Sebenernya cukup mengalami konflik batin buat masukin ini pensil alis sejuta umat ke daftar ini. Kenapa? Karena warnanya sebenernya gak pas buat muka saya. Yang hitam terlalu gelap, yang coklat jatohnya malah merah. Maunya apa. Tapi pensil alis ini teksturnya cukup lunak jadi gampang dipake buat belajar (hah alis aja belajar?!!). Percayalah bahkan Anggie Rasly sampe bikin buku hanya untuk bahas alis. Jadi alis yang sempurna itu memang butuh proses. Jadi mengamini Harper’s Bazaar Indonesia, saya memasukkan pensil alis Viva ke daftar ini (ya opo)

5          Garnier BB Cream
Percayalah saya telah mencoba berbagai macam BB Cream dari seluruh dunia (lebay aja, paling Indo, US, Korea) baik dalam kemasan full maupun sampel dan Garnier lah yang saya sayangi. Enaknya BB Cream ini adalah teksturnya yang ringan, baunya wangi, dan kalau di warna kulit saya gak medok gitu loh. haha. Tapi kekurangannya ya bb cream ini pigmentasinya sangat sheer, karena memang ditujukan untuk pemakaian sehari- hari. Kalau mau make- up berat ya pake foundation ya nek.

6. Maybeline Volum Express Hypercurl Maskara

Kayaknya keunggulan brand Maybeline memang ada di produk-produk mata nya (perias mata maksudnya) karena menurut saya lipstiknya biasa aja. Tapi overall Mayelline ini memang salah satu merek drugstore yang recommended, murah dan mudah didapat. eyak. Maskaranya sendiri gimana? ya enak aja sih gitu (review macam apa ini). Kelebihan maskara ini sih ada di aplikatornya yang jarang-jarang sehingga bisa menyisir bulu mata kita dengan rapi. Pada dasarnya semua orang tuh kayaknya punya bulu mata yang cukup panjang, namun beberapa ada yg tipis kayak bulu mata saya jadi perlu ditebelin deh pake maskara ini. Bulu mata yang ON memang bisa meningkatkan kepercayaan diri dalam waktu singkat, tapi ya itu, suka males bersihinnya, hahaha.

Demikian plothuk plothuk pilihan saya buat kali ini, kalau belum ada yang dilist, misal bedak atau eye shadow, itu karena saya memang belum menemukan yang bagus banget. Hehe semoga saya segera menemukan jodoh produk- produk itu ya, biar bisa direview juga.

Kalau ditanya, kenapa sih saya make up-an, ya simply look good makes me feel good. Eya. Beneran deh, sesimpel itu

Xoxo

Saturday, November 7, 2015

Charles Simonyi

Jadi ceritanya hari itu saya sedang merapikan buku- buku saya untuk disumbangkan. Kemudian mata saya tertuju pada sebuah buku berjudul 'Sungai dari Firdaus'. Buku ini adalah karya Charles Dawkins dengan judul asli River Out Of Eden. Saya tertarik membaca halaman demi halaman dan sangat menikmatinya, tidak jarang terkekeh dengan humor- humor yang diselipkan Dawknis. Salah satunya mengigatkan bahwa semua orang di dunia ini adalah sepupu, entah sepupu yang keberapa. Jadi suatu hari jika seseorang menikah, berarti dia menikahi sepupunya! Haha. Oia, buat yang belum tahu Charles Dawkins adalah ilmuwan biologi yang cakap di bidang evolusi, buku ini pun membahas tentang evolusi.

Kemudian saya membaca halaman belakang di mana terdapat rangkuman isi buku dan profil penulis. Saya selalu suka membaca profil penulis pada sebuah buku, karena saya tertarik bagaimana penulis (atau mungkin editornya) mendeskripsikan dirinya dalam kolom yang sangat singkat. Dan dari deskripsi itu kemudian saya mengetahui bahwa Charles Dawkins adalah pemegang gelar keprofesoran Charles Simonyi untuk pemahaman publik atas ilmu pengetahuan. Tanpa kepo lebih lanjut, saya menyetujui bahwa Dawkins memang pantas menyadang gelar tersebut. Padahal Sungai Dari Firdaus juga buku karya Dawkins pertama dan baru satu- satunya yang saya baca.

Kepo selanjutnya mengantarkan saya pada pengetahuan bahwa Charles Simonyi adalah seorang saintis sekaligus filantropis ia menyumbangkan sejumlah kekayaannya beberapa proyek pengembangan ilmu pengetahuan, salah satunya adalah bidang "Pemahaman publik atas ilmu pengetahuan" di Universitas Oxford ini.

Sekarang kita kembali ke Indonesia. Saya bukan tipe orang yang suka mengeluhkan keadaan tanah air karena menurut saya hal itu tidak menyelesaikan masalah bahkan mendorong kita untuk berpikir negatif terus menerus tentang negara kita. Tapi saat saya pergi ke toko buku - sebuah kemewahan yang tidak dapat saya nikmati di kampung halaman saya, karena di sana tidak ada toko buku yang bagus. Bagus dalam artian seperti Gramedia atau Toko Gunung Agung misalnya. Tak usah se muluk Kinokuniya atau Periplus. Oke selain keterbatasan akses pada buku yang saya alami ketika kecil, kini saya tinggal di kota dan dapat menikmati buku- buku populer. Ketika saya pergi ke rak psikologi misalnya, saya heran kok beda ya psikologi populer yang ada di toko buku dengan apa yang saya pelajari di kampus.

Hingga akhirnya saya mengambil kesimpulan bahwa memang ada gap antara para 'ilmuwan' dan masyarakat 'awam'. Sedihnya karena gap ini, membuat masyarakat awam gampang percaya pada berita hoax yang bertebaran di sosial media yang dengan mudah mereka akses. Para ilmuwan pun sudah kadung merasa tinggi dan berbeda kasta dengan si awam. Sang ilmuwan hanya membicarakan masalah sains dan apa yang ia pelajari dengan sesamanya. Opini saya ini sangat serampangan memang. Mungkin ada beberapa insan terpelajar yang tersinggung, hehe.

Tapi membicarakan ilmu pengetahuan dengan orang yang berbeda bidang dengan kita memang tidak mudah. Misalnya ketika saya coba menjelaskan topik skripsi saya pada kakak- kakak saya yang belajar Ekonomi dan Seni, tentu tak mudah bagi mereka memahami apakah memang ada hubungan antara kebahagiaan dan partisipasi politik, hingga topik ini pun tak menarik dan saya hanya bisa bilang "yah jurnalnya bilang gitu". Padahal ini tanda kalau mungkin saya sesungguhnya belum paham paham banget sama topik yang saya pelajari. Haha *ketawamiris*

Untuk apa kita terus terusan menerangi tempat yang sudah terang ya, bukankah lebih baik ketika menerangi tempat yang gelap. hihi
Selamat menerangi!

Tuesday, June 30, 2015

Binar's Picks

Sebenernya tiap mau nulis di blog pasti selalu ragu. Apakah tulisan gue akan bermanfaat ? Apakah tulisan gue akan bermutu? Dan biasanya keraguan ini akan berujung gajadi nulis. Mungkin social pressure juga karena teman- teman saya blognya keren keren. Lah we? Lolz
Okedeh kali ini saya mau nulis hal yang rada 'gak penting' yaituuu: rekomendasi produk- produk kosmetik yang saya pakai. Hahaha walaupun saya bukan Michelle Phan, semoga list ini berguna. Enjoy!
1. Vaseline Petroleum Jelly
Dalam rangka survival udara dingin Cairo kala itu saya mencoba hampir semua produk pelembab di drugstore. Vaseline ini memang terkenal banget dan katanya banyak banget manfaatnya. Sebelumnya belum pernah coba, akhirnya setelah coba memang multifungsi banget.
Pertama sih bisa buat lipbalm yang jelas, untuk kondisi bibir yang chapped dan kering parah banget. Ini resep saya: apply some vaseline petroleum jelly on your lips then kiss some sugar, yes, lol after 5 minutes scrub your lips ta da your lips now is smoother than ever.
Kedua untuk menghilangkan bekas luka. Pas luka udah mau sembuh apply dikit aja. Inget ya pas udah sembuh jangan pas masih basah lukanya, haha. Koreng si luka pun bakal cepet hilang dan lembut, hihi
Ketiga menebalkan alis dan bulu mata, udah dicobain sih tiap mau tidur, gatau ngefek atau gak, haha
Pokoknya jago banget lah soal lembab melembabkan di seluruh bagian tubuh. Hahaha recommended sis
2. Nivea Creme
Sama kayak vaseline, produk nivea yang ini juga kayanya 'klasik' banget. Terus pernah baca review nya konon krim ini setara sama creme de la mer yang jutaan itu. Ebucet kan haha. Yaudah daripada nganggur gue pake sebagai krim malam karena teksturnya yang terlalu berminyak jadi kayaknya gak mungkin dipakai siang hari. Ya khas produk drugstore 'barat' ya produk ini gak mungkin memutihkan, tapi fresh smooth and safe yak daripada krim gajelas yang bikin muka merah merah. Haha
3. L'occitane lip balm
Harga lip balm ini memang terlalu mahal buat saya. Ini pun dapetnya dari temen, haha. Penerbangan Garuda katanya juga dapet toiletries l'occitane ini dan termasuk lipbalm, haha.
Kelebihan produk lipbalm ini adalah kalo dipake enak, buttery dan gak terlalu berminyak kayak abis makan gorengan, hehe. So I love it
4. Hada Labo Whitening Lotion
Udah tau kan peraturan dasar membersihkan muka, cleansing - washing - tonering, haha yha kurang lebih begitu lha. Nah Hada Labo Lotion ini sering saya gunakan sebagai toner. Haha gak istimewa istimewa banget sih tapi baunya enak (karena gak ada baunya) haha, tapi cocok cocokkan banget soalnya temenku ada yang pake Hada Labo malah jerawatan
5. Herborist Body Butter Mango
Umumnya tekstur body butter emang kayak butter beneran ya, jadi susah dipake setiap hari. Dan saya juga jarang cocok sama body lotion atau butter. Sejauh ini cuma cocok beberapa merk, ehe. Nah herborist mango ini emezing banget wanginya enak (mirip body shop yang mango) gak terlalu berminyak juga cepet kering jadi bisa dipake siang hari, murah pula! Juara! Cinta produk Indonesia!
Sekian dulu ya guys, ini edisi pelembab dulu, edisi lainnya menyusul, wkwk. Jangan lupa minum air putih, keep your skin hydrated :*