Friday, February 1, 2019
January Recap
Kemudian di tahun yang baru ini saya bepikir, tidak ada salahnya untuk membuat refleksi bulanan, karena sepertinya untuk membuat jurnal harian masih terlalu 'berat'.
Di awal tahun saya seperti orang-orang kebanyakan, mecoba membuat 'resolusi'. Sebetulnya tak ubahnya momentum yang tepat saja untuk memulai hal-hal baru.
Pertama, saya sukses uninstall instagram, haha. Suatu hal yang saya kira sebelumnya cukup mustahil untuk dilakukan. Efeknya? mungkin saya jadi less FOMO dan lebih tidak peduli dengan detil kehidupan orang lain- yang sebenarnya gak penting-penting amat untuk saya ketahui. Apakah akan dilanjutkan? tentu saja, toh saya bisa akses lewat web sewaktu-waktu.
Uninstall instagram ini berujung pada suatu resolusi lain yaitu berhenti belanja lipstik dan skincare~ karena persediaan yang saya punya sudah seabrek dan saya berniat untuk menghabiskannya sebelum beli yang baru, yang lipstik sudah saya mulai sejak Desember 2018. Namun definisi skincare masih kabur nih, karena kemarin saya beli masker kaki Holika Holika dan bath bomb The Body Shop. Dan sepertinya persediaan pun makin menumpuk karena beberapa teman juga memberikan skincare ke saya #huft #suchaproblem.
Dan bulan ini ditutup dengan dua acara besar di dua kota di Papua, yang alhamdulillah bisa saya persiapkan dengan cukup baik karena waktu persiapannya cukup lama (hal yang jarang terjadi di kantor saya, haha)
Owow, here I come February
Sunday, January 27, 2019
Tentang Umur dan Mengingat Kematian
Kemarin sahabat saya mengunggah foto aqiqah anak pertamanya. Ayah dan Ibu anak itu adalah sahabat saya di bangku kuliah. Pikiran yang pertama menghatam saya adalah "anjir gue udah tua"
Apatah hidup selain siklus lahir, tumbuh dewasa, menikah, melahirkan anak kemudian mati.
Jika Tuhan mengijinkan saya akan berusia tepat 25 tahun ini. Umur yang dulu (saat saya kecil) selalu menjadi tolak ukur umur tua. Dulu saya kira di umur ini saya sudah akan sudah menikah, belum punya anak dan tinggal di apartemen (para pemilik modal bergumam: hahaha, Tidak semudah itu Ferguso).
Tapi kemudian mati bukanlah soal usia. Saya ingat kakak kelas saya meninggal di usia 20 saat mengendarai motor. Nabi Muhammad meninggal pada usia 63 tahun. Kakek saya meninggal di usia lebih dari itu.
Apakah umur panjang adalah keberuntungan? atau mati muda kah?. Apakah kematian membebaskan dan hidup adalah hukuman.
Selamat hidup
Valar Morghulis
Tuesday, January 22, 2019
Don't Sweat the Small Things
Sunday, January 13, 2019
What is There Beyond Money?
- قُلْ اِنْ كَانَ اٰبَاۤؤُكُمْ وَاَبْنَاۤؤُكُمْ وَاِخْوَانُكُمْ وَاَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيْرَتُكُمْ وَاَمْوَالُ ِۨاقْتَرَفْتُمُوْهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسٰكِنُ تَرْضَوْنَهَآ اَحَبَّ اِلَيْكُمْ مِّنَ اللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ وَجِهَادٍ فِيْ سَبِيْلِهٖ فَتَرَبَّصُوْا حَتّٰى يَأْتِيَ اللّٰهُ بِاَمْرِهٖۗ وَاللّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْفٰسِقِيْنَqul ing kāna ābā`ukum wa abnā`ukum wa ikhwānukum wa azwājukum wa 'asyīratukum wa amwāluniqtaraftumụhā wa tijāratun takhsyauna kasādahā wa masākinu tarḍaunahā aḥabba ilaikum minallāhi wa rasụlihī wa jihādin fī sabīlihī fa tarabbaṣụ ḥattā ya`tiyallāhu bi`amrih, wallāhu lā yahdil-qaumal-fāsiqīnKatakanlah, “Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai dari pada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah memberikan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik. (At Taubah 24)
- Xoxo
Monday, November 26, 2018
Beli Apa? (1)
Berbekal sebuah keisengan saya berniat menanyai beberapa orang pertanyaan yang sama
Jika kamu punya uang banyaaak bangeeet, kamu mau beli apa?
1. "Mau beli rumah sakit,"
"Gak bikin aja?"
"Beli kayaknya lebih gampang, rumah sakit yang udah bangkrut gitu gue beli"
"Hmm, oke, apa lagi?"
"perpustakaan, beli server"
"woow, server! segede Sency ini ya?"
"kayaknya Google punya lebih gede"
Hmm yaa oke, oke
(A, 25)
2. "Hmmmm, beli apa aja yang gue mau"
"Ya, apa?"
diam, tidak menjawab, kembali bekerja
"emang sebanyak apa?"
"ya pokoknya banyak banget, cuma lo yang bisa bayangin"
"hmmm, surga bisa dibeli gak?"
(N, 29)
Thursday, November 8, 2018
Syukur
Malam itu, di suatu hari pada bulan Februari 2015. Saya dan Alisha sekali lagi berkunjung ke Pasar Khan El Khalili. Alisha mau membelikan oleh-oleh piring hias karena mamanya mengoleksi.
Hujan badai (yang konon cuma terjadi beberapa kali setahun di Mesir) tidak menyurutkan langkah kami untuk pergi naik bus ke pusat kota.
Kamipun langsung menuju toko langganan, toko Jordi- yang letaknya agak tersembunyi di lantai 2. Kami suka belanja di sini karena harganya sudah fix tertempel di label setiap barang, jadi tidak ada acara drama tawar menawar seperti di toko lain.
Namun rupanya tidak ada piring yang cukup bagus di Jordi, Alisha pun pergi ke toko lainnya tidak jauh dari situ. Kami menemukan piring logam dengan ukiran kaligrafi dalam bahasa Arab. Kami pun menanyakan arti dari tulisan tersebut.
Dengan Bahasa Inggris yang terbata-bata Bapak penjual menjelaskan:
"la`in syakartum la`aziidannakum"
"it's from Qur'an you know, if you are grateful, Allah will gave you more"
sejak saat itu potongan ayat ketujuh Surat Ibrahim itu menempel di memori saya, dan coba mengamalkannya walau sulit.
Terimakasih Bapak penjual piring :)
Allah SWT berfirman:
وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّـكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ
wa iz ta`azzana robbukum la`in syakartum la`aziidannakum wa la`ing kafartum inna 'azaabii lasyadiid
"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat."
(QS. Ibrahim 14: Ayat 7)
* Via Al-Qur'an Indonesia http://quran-id.com
Tuesday, October 23, 2018
Kita ini Insan bukan Seekor Sapi
berikut penggalan lagu Zona Nyaman oleh Fourtwnty yang mengiang di telinga belakangan ini.
Kita ini insan bukan seekor sapi
Apa sih yang sapi lakukan?
Makan, tidur, beranak pinak, diperah susunya kemudian masuk ke penjagalan untuk dinikmati dagingnya oleh manusia. Hii~
Apakah insan (manusia), kita juga ternyata cuma melakukan hal yang demikian? Lantas apa pembeda kita dari seekor sapi?
Kadang saya sulit 'mempercayai' teori evolusi seperti Phoebe Buffay dalam serial Friends Season 2 Episode 3.
Kalau iya manusia binatang, kenapa kita bisa se-superior ini. Berbicara (berkomunikasi satu sama lain), menggunakan alat, berpikir, menemukan uang, menciptakan ekonomi, memakai pakaian, menganut agama, dan lain sebagainya.
Seberapa sering sih kita merenungi ke-manusia-an kita? saat terjebak dalam rutinitas dan hidup yang begini-begini saja.
"Kalau hidup sekadar hidup, babi di hutan pun hidup. Kalau bekerja sekadar bekerja, kera juga bekerja." Buya Hamka
Jadi ingat ya,
Kita ini insan bukan seekor sapi atau kera atau babi atau kecebong atau kampret.
Huahahahahah
