Showing posts with label bahasa. Show all posts
Showing posts with label bahasa. Show all posts

Thursday, October 31, 2019

Jazakallah

"Jazakallah khairan katsir"

Agak terkejut dengan respon bapak penjual bakpao depan kosan saat saya membayar bakapo yang saya beli.

Walaupun secara gender, kalimat bapak barusan keliru, seharusnya Jazakillah bukan Jazakallah, karena ia mengucapkannya pada perempuan. Tapi saya tahu maksud bapak ini mendoakan, bukan sekadar mengucapkan 'terimakasih' tapi berarti: semoga Allah membalasmu dengan yang baik dan banyak. Sungguh doa yang jauh lebih manis daripada bakpao coklat yang ia jual.

Maka, sebetulnya beberapa orang bukan hanya 'sok arab'. Beberapa kalimat memang mengandung doa, yang mungkin akan 'wagu' kalau diterjemahkan.

Bukan berarti tidak cinta Bahasa Indonesia. Namun kita tahu bahwa sebagian besar bahasa Indonesia adalah kata serapan. Mencintai bahasa Indonesia adalah mungkin mengakui bahwa tidak ada yang benar-benar orisinil.

Terima kasih Bapak doanya, waiyyakum.

Tuesday, September 10, 2019

"Saya Nggak Bisa Bahasa Inggris"

Di sebuah grup whatsapp, seseorang meminta informasi lowongan pekerjaan. Karena kantor saya kebetulan sedang membuka banyak lowongan, saya teruskan informasi tersebut.

Lalu ia berkomentar "ada lowongan buat posisi X gak mba? lokasi kantornya dimana?", saya jawab pendek "bisa dibaca pada link yang saya kasih mba😊". Dia menjawab lagi "saya nggak bisa Bahasa Inggris mba, gak ngerti".

Jawaban seperti itu sering saya terima, dari orang berbeda, dalam konteks yang berbeda pula. Ketika saya membagikan artikel atau berita dalam Bahasa Inggris. Keluhan yang datang pun sama.

Saya sadar kesempatan untuk belajar dan menguasai bahasa kedua adalah privilege. Tapi bukan lantas hal ini membuat kita tak acuh dan malas belajar bahasa asing. Tidak sedikit juga yang 'bersembunyi' di balik alasan nasionalisme, padahal pemerintah pun berulang kali menyuarakan: "Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah, dan Kuasai Bahasa Asing".

Menguasai Bahasa Inggris sendiri sangat mendasar dan penting dalam konteks karir. Bayangkan berapa buku yang belum diterjemahkan ke Bahasa Indonesia yang bisa Anda baca dan berapa orang yang bisa Anda ajak ngobrol jika Anda menguasai bahasa yang sama.

Semoga kita semua semangat mengembangkan kompetensi diri, terutama keahlian bahasa.

Sukses selalu